100 Hari Korban Musibah Al Khoziny, Kiai Se-Jatim dan Bupati Subandi Doakan Para Syuhada

18 Januari 2026 19:26 18 Jan 2026 19:26

Thumbnail 100 Hari Korban Musibah Al Khoziny, Kiai Se-Jatim dan Bupati Subandi Doakan Para Syuhada

Bupati Subandi (kiri), KH Abdussalam Mujib, bersama para kiai dan ulama se-Jawa Timur menghadiri Haul Pendiri Ponpes Al Khoziny dan peringatan 100 Hari wafatnya korban ambruknya ponpes tersebut. (Foto: Rahayu/Kominfo Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Sudah 100 hari berlalu. Sejak tragedi ambruknya mushola Ponpes Al Khoziny menewaskan 67 santri dan melukai 107 lainnya pada 29 September 2025 lalu, duka masih begitu dalam. Kiai-kiai sepuh mengirim doa untuk para syuhada penuntut ilmu tersebut pada Sabtu (17 Januari 2026) malam.

Di antara para ulama mulia, Bupati Subandi duduk bersila. Hormat dan takzim kepada masyayikh dari seluruh Jawa Timur. Hadir, antara lain, KH Fuad Noerhasan (pengasuh Ponpes Sidogiri, Pasuruan), KH Kafabihi Mahrus (pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri), KH Ubaidul Faqih (pengasuh Ponpes Langitan, Tuban).

Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua PC NU Bangkalan KH Makki Nasir, dan sejumlah tokoh lain juga mengikuti peringatan 100 hari wafatnya para santri di halaman Lembaga Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Ribuan jamaah memadati lokasi. Tumpah ruah. Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdus Salam Mujib menjadi tuan rumah.

Kiai Salam, panggilan KH Abdussalam Mujib, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para ulama, jamaah, pejabat pemerintah, serta para keluarga syuhada yang turut hadir dalam peringatan Haul Pendiri Ponpes Al Khoziny. Terima kasih juga disampaikan atas dukungan berbagai pihak dalam proses pembangunan sarana ibadah di lingkungan pesantren.

”Semoga kehadiran dan amal jariyah kita semua dicatat oleh Allah SWT sebagai amalan terbaik,” kata Kiai Salam.

Saat mendapatkan kesempatan memberikan sambutan, Bupati Subandi mengatakan, peringatan haul bukan sekadar ritual tahunan atau tradisi semata. Haul merupakan bentuk nyata dari bakti seorang murid dan generasi penerus kepada orang tua, guru, serta para sesepuh yang telah berjasa meletakkan fondasi keilmuan. Haul adalah momentum penting bagi kita untuk mengenang serta mendoakan para masyaikh dan ulama terdahulu.

”Mari kita renungkan kembali perjuangan mereka dalam menegakkan agama serta meneladani akhlak dan keteguhan iman yang telah diwariskan kepada kita semua,” ungkap Bupati Subandi di hadapan ribuan jamaah.

Selain acara haul para pendiri, suasana haru terasa saat memasuki peringatan 100 hari wafatnya para syuhada Al Khoziny. Bupati Subandi menyebut para santri sebagai sosok yang wafat dalam kondisi husnul khotimah. Mereka sedang berjuang menuntut ilmu dan menjaga kehormatan agama.

”Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan para masyayikh dan santri, serta tetap istiqomah dalam menjalankan syariat Islam, khususnya di Kabupaten Sidoarjo,” tambah Bupati Subandi.

Tragedi ambruknya gedung mushola Ponpes Al Khoziny terjadi pada Senin sore 29 September 2025. Mushola yang tengah dibangun itu mendadak runtuh. Puing-puing beton menimpa ratusan santri yang sedang bersiap salat Ashar berjamaah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat runtuhnya bangunan tersebut sebagai bencana non-alam dengan korban jiwa terbanyak pada tahun 2025.

Selama penanganan bencana, Bupati Subandi selalu memantau upaya penyelamatan para korban. Setiap hari, Bupati Subandi hadir di lokasi. Semua sumber daya dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian, penyelamatan, maupun penanganan korban musibah tersebut.

Bupati Subandi mendukung upaya BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan pihak-pihak lain yang ikut serta membantu. Sebagai pimpinan daerah, Bupati Subandi juga membantu peralatan, logistik, maupun mendukung biaya pembangunan kembali gedung Ponpes Al Khoziny di lokasi yang baru. 

Bupati Subandi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat tali ukhuwah (persaudaraan) dan menjaga persatuan demi kondusivitas daerah.

Doa bersama yang dipimpin oleh para ulama sepuh menutup acara. Seluruh jamaah memohon keberkahan untuk keluarga besar pesantren dan kemaslahatan warga Kabupaten Sidoarjo. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bupati Subandi Ponpes Al Khoziny Peringatan 100 Hari Santri Ponpes Al-Khoziny ambruk