KETIK, MALANG – Terssngka kasus pelecehan seksual dan pornografi yaitu Imam Muslimin alias Yai Mim meninggal saat hendak diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polresta Malang Kota.
Ia meninggal pada Senin, 13 April 2026 sekitar pukul 13.45 WIB saat dibawa dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan untuk diperiksa sebagai pelapor atas kasus yang telah dilaporkannnya.
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo mengatakan, saat itu Yai Mim dalam kondisi sehat dan aktif mengobrol dengan penyidik yang mengantarnya.
"Dalam perjalanan ke ruang penyidik, medannya agak menanjak. Sesaat sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Yai Mim berhenti lalu terlentang dengan mengeluarkan air liur. Ketika dicek oleh anggota, yang bersangkutan mengalami kejang,"
ujarnya kepada Ketik.com, Selasa, 14 April 2026 malam.
Setelah itu, pihaknya langsung menghubungi tim dokter dari Seksi Kedokteran Kesehatan (Si Dokkes) Polresta Malang Kota. Selang dua menit kemudian, tim dokter pun tiba dan langsung melakukan pemeriksaan serta pertolongan pertama.
Sementara itu, Kasi Dokkes Polresta Malang Kota, dr. Wiwin Indriani mengungkapkan saat dilakukan pemeriksaan pertama tersebut, Yai Mim sudah dalam kondisi henti napas dan henti jantung.
"Kami tepuk dan panggil namanya, tidak ada respon. Kami periksa nadinya tidak teraba, dan langsung dilakukan tindakan pertolongan pertama berupa resusitasi sebanyak dua siklus dimana tiap siklusnya terdiri dari 30 kali pijatan jantung," jelasnya.
Setelah tindakan dilakukan, kondisi Yai Mim tetap tidak ada respon. Selanjutnya, Yai Mim langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan sesampainya disana, ternyata dinyatakan sudah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil visum dari RSSA, kematian Yai Mim disebabkan karena asfiksia. Yaitu, kondisi ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
"Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dominan tanda-tanda asfiksia atau kekurangan oksigen. Jadi, asfiksia ini adalah suatu kondisi gawat darurat dimana suplai oksigen ke otak menurun drastis. Karena sel tubuh ini membutuhkan oksigen untuk bekerja, sehingga apabila suplai oksigen turun maka sel di otak dan jantung akan mengalami gangguan," bebernya.
Dirinya juga menambahkan, bahwa kondisi tersebut bisa dipicu oleh berbagai faktor. Bisa disebabkan oleh sakit, tersedak, atau adanya masalah pada organ tubuh yang menyebabkan suplai darah ke otak berkurang.
"Setiap tahanan termasuk yang baru masuk, selalu kami periksa kesehatannya secara rutin seminggu dua kali sesuai prosedur. Mengingat usia beliau (Yai Mim), memang tensinya kadang naik kadang turun. Tetapi untuk penyakit yang spesifik atau berat tidak ada dan hingga pemeriksaan rutin terakhir, kondisi kesehatannya dalam batas normal," tandasnya. (*)
