KETIK, KONAWE SELATAN – Jarak ribuan kilometer antara Sleman dan Konawe Selatan tak menyurutkan langkah Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk menengok "warganya" yang merantau jauh ke Sulawesi Tenggara.
Di bawah terik matahari Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Arongo, Kecamatan Landono, Bupati Harda kembali berdiri di tengah puluhan keluarga transmigran asal Sleman yang tengah didera ketidakpastian.
Kunjungan pada Kamis, 7 Mei 2026 ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah misi lanjutan dari evaluasi tahun lalu yang masih menyisakan rapor merah: hak lahan yang tak kunjung tunai.
Janji 2 Hektar yang Menguap
Bupati Sleman Harda Kiswaya berfoto bersama warga transmigran asal Sleman di depan salah satu rumah warga di UPT Arongo, Kecamatan Landono, Konawe Selatan. (Foto: Prokompim Slm for Ketik.com)
Persoalan di UPT Arongo sejatinya adalah potret klasik program transmigrasi yang tersendat. Ujang, Ketua UPT Arongo, bicara blak-blakan di depan Harda. Ia mengungkapkan bahwa dari janji manis lahan seluas 2 hektar bagi setiap Kepala Keluarga (KK), realitas di lapangan jauh dari panggang api.
"Pencanangan awal lahan di sini mencapai 1.500 hektar untuk 500 KK. Tapi faktanya, warga hanya menerima total 312 hektar. Kami akan terus menuntut hak yang dijanjikan sejak awal kami menginjakkan kaki di sini," ujar Ujang getir.
Ada 25 KK asal Sleman yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut. Tanpa kepastian lahan, status ekonomi para transmigran ini bak di ujung tanduk.
Menjembatani Pusat dan Daerah
Mendengar keluhan tersebut, Harda Kiswaya menegaskan bahwa Pemkab Sleman tidak akan lepas tangan meski secara administratif wilayah tersebut berada di bawah kendali Kabupaten Konawe Selatan.
Harda memosisikan diri sebagai jembatan bagi transmigran asal Sleman untuk mengetuk pintu Kementerian Transmigrasi RI, khususnya Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans).
"Aspirasi bapak dan ibu sekalian kami tampung. Kami akan berkonsultasi langsung dengan Ditjen PPKTrans bersama Pemkab Konawe Selatan. Tujuannya satu: mencari jalan keluar yang memberikan kepastian hukum dan lahan," tegas Harda di hadapan warga.
Respons Bupati Konawe Selatan
Bupati Sleman Harda Kiswaya (kiri) berjabat tangan erat dengan Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo (kanan). Keduanya sepakat untuk berkolaborasi menyusun langkah strategis dan kajian komprehensif guna menyelesaikan persoalan hak lahan di UPT Arongo secara berkelanjutan. (Foto: Prokompim Slm for Ketik.com)
Di sisi lain, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, menyambut baik "jemput bola" yang dilakukan sejawatnya dari Jawa tersebut. Irham mengakui persoalan di Arongo memerlukan kajian yang komprehensif agar solusi yang diambil tidak justru memicu konflik baru di masa depan.
"Kami siap berkolaborasi menyusun kajian kondisi riil di lapangan. Penyelesaian harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru," kata Irham.
Bagi warga transmigran asal Sleman, kehadiran Harda adalah secercah harapan. Di tengah keterbatasan lahan yang mereka kelola saat ini, mereka menanti aksi nyata, bukan sekadar kajian di atas kertas agar peluh yang mereka teteskan di tanah Sulawesi benar-benar berbuah kesejahteraan di atas lahan milik sendiri. (*)
