KETIK, SAMARINDA – Sepatu yang terlalu sempit diduga menjadi awal mula keluhan kesehatan yang dialami seorang siswa SMK di Samarinda bernama Mandala Rizky sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kisah itu diungkap langsung oleh ibunda korban, Ratna Sari, yang menyebut anaknya mulai mengeluhkan sakit pada kaki saat menjalani kegiatan magang di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda.
Menurut Ratna, Mandala baru dua hari mengikuti kegiatan magang ketika rasa sakit mulai muncul.
Pada hari pertama, putranya masih menjalani aktivitas normal.
Namun pada hari kedua, Mandala mulai merasakan nyeri di bagian kaki setelah berdiri cukup lama selama bekerja.
“Pas hari kedua dia turun itu sudah dia rasa kakinya sakit. Karena berdiri terlalu lama, sepatunya juga sempit, memang enggak cocok ukuran kakinya dia,” ujar Ratna, Rabu 6 Mei 2026.
Meski merasa tidak nyaman, Mandala tetap memaksakan diri memakai sepatu tersebut demi menyelesaikan kegiatan magangnya.
Bahkan, ia sempat meminta sang ibu mencarikan bantalan atau gabus agar sepatu itu tetap bisa digunakan.
Keluhan sakit yang awalnya hanya dirasakan di jari-jari kaki kemudian disebut semakin parah.
Rasa nyeri menjalar hingga ke bagian pinggang dan punggung selama kurang lebih setengah bulan.
Ratna mengaku anaknya juga pernah meminta izin agar bisa pergi ke sekolah tanpa menggunakan sepatu karena sudah tidak kuat menahan sakit.
“Dia bilang, ‘Bu, bisakah Mandala kalau ke sekolah enggak pakai sepatu. Karena sepatu Mandala kekecilan, kalau dipakai kaki Mandala sakit,’” tutur Ratna menirukan ucapan anaknya.
Pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia, Mandala disebut masih sempat makan dan berbincang dengan keluarga.
Ia kemudian masuk ke kamar untuk beristirahat sambil meluruskan kakinya yang terasa sakit.
Sebelum tidur, Mandala sempat mengucapkan kalimat yang kini terus diingat keluarganya.
“Kalau misalnya enggak ada, Mama harus kuat ya,” kata Ratna menirukan ucapan sang anak.
Sekitar pukul 01.00 WITA, keluarga mendapati Mandala sudah tidak bernapas.
Kepergian siswa SMK tersebut kini menyita perhatian publik dan memunculkan keprihatinan.(*)
