Surabaya Perkuat Transformasi Smart City Lewat SITS dan Integrasi Layanan Digital

8 Mei 2026 19:50 8 Mei 2026 19:50

Muhammad Roihan, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Surabaya Perkuat Transformasi Smart City Lewat SITS dan Integrasi Layanan Digital

Kegiatan salah satu petugas saat melakukan Intelligent Transport System (SITS) dan integrasi layanan publik berbasis teknologi beberapa waktu lalu. (Foto: Surabaya.go.id)

KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan Surabaya Intelligent Transport System (SITS) dan integrasi layanan publik berbasis teknologi, Kamis, 7 Mei 2026.

Program ini dilakukan untuk mewujudkan Surabaya sebagai smart city modern yang menghadirkan pelayanan cepat, aman, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan transformasi digital menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat perkotaan yang terus berkembang.

“Kalau dulu Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, hari ini Surabaya harus mampu menjadi smart city yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi warganya,” tegas eri.

Menurut Eri, Penguatan sistem transportasi juga dilakukan melalui optimalisasi Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) sebagai pusat mobilitas terpadu yang menghubungkan kendaraan pribadi dengan transportasi publik. 

“Tak hanya menjadi simpul transportasi, kawasan ini juga dilengkapi taman lalu lintas sebagai ruang edukasi interaktif bagi anak-anak,” ujarnya.

Penerapan SITS juga mendukung integrasi transportasi publik di Surabaya. Melalui pemantauan arus kendaraan dan pengaturan mobilitas yang lebih efektif, layanan transportasi umum menjadi lebih terukur, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Data Dinas Perhubungan Kota Surabaya mencatat jumlah penumpang transportasi umum terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023 jumlah penumpang mencapai 1,9 juta orang, kemudian naik menjadi 3,5 juta penumpang pada 2024, dan melonjak hingga 7 juta penumpang pada 2025.

Sementara hingga Maret 2026, jumlah pengguna transportasi umum telah mencapai 1,8 juta orang atau rata-rata sekitar 600 ribu penumpang per bulan.

Secara kumulatif, total pengguna transportasi umum Surabaya sepanjang 2018 hingga 2025 tercatat lebih dari 17,3 juta penumpang.

Peningkatan tersebut didukung integrasi layanan antara Suroboyo Bus dan feeder Wira-Wiri, sistem pembayaran non-tunai, hingga aplikasi digital Gobis yang memudahkan masyarakat mengakses informasi transportasi secara real time.

Kehadiran sistem transportasi yang terintegrasi dan nyaman itu perlahan mengubah kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

“Kalau ingin masyarakat mau beralih ke transportasi umum, maka transportasi itu harus nyaman terlebih dahulu,” terangnya.

Kedepan, kawasan Kota Lama akan terhubung dengan kawasan Pecinan dan Kampung Arab untuk membentuk koridor wisata sejarah terintegrasi.

Atas berbagai inovasi tersebut, Surabaya meraih penghargaan National Governance Award 2026 dalam kategori pelayanan publik terintegrasi. Penghargaan itu semakin memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu barometer tata kelola pemerintahan berbasis digital di Indonesia.

“Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana menghadirkan pelayanan publik yang cepat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Transformasi digital yang dibangun Pemkot Surabaya juga diperluas hingga tingkat pelayanan masyarakat melalui program satu ASN satu RW. Program tersebut memungkinkan pelayanan publik dilakukan lebih dekat dengan warga melalui dukungan sistem digital terintegrasi.

Ketua RT 2 Perak Barat, Boni Wikantono, mengatakan digitalisasi sangat membantu percepatan administrasi dan pelaporan warga melalui aplikasi Sayang Warga.

“Mulai dari kerja bakti, kegiatan warga, sampai administrasi dan pelaporan semua bisa dipantau melalui aplikasi Sayang Warga. Warga juga bisa langsung mengaksesnya, jadi koordinasi jauh lebih mudah dan cepat,” kata Boni.

Menurutnya, sistem digital juga mempermudah proses verifikasi berbagai kebutuhan administrasi warga tanpa harus dilakukan secara manual.

“Bagi warga yang punya kesibukan tinggi tentu sangat membantu. Verifikasi permohonan sekarang bisa dilakukan lebih praktis dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, warga Surabaya bernama Ella mengaku manfaat konsep smart city kini mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Program-programnya sangat terasa manfaatnya. Kota jadi lebih tertata, lebih bersih, dan pelayanan juga lebih cepat. Pemkot Surabaya sekarang bisa memantau kondisi kota secara langsung sehingga persoalan lebih cepat ditangani,” tandasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkot Surabaya Tranformasi Smart City Integrasi Layanan Digital Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Info Surabaya Berita Surabaya