Ustazah Risma, Pendakwah Muda Jebolan AKSI Indosiar Kian Bersinar di Momentum Lebaran

24 Maret 2026 20:00 24 Mar 2026 20:00

Thumbnail Ustazah Risma, Pendakwah Muda Jebolan AKSI Indosiar Kian Bersinar di Momentum Lebaran

Sosok Ustazah Risma Pemenang AKSI Juara 2 tahun 2025 (Foto: Risma For Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Momentum Lebaran sering kali menghadirkan banyak kisah inspiratif, salah satunya datang dari sosok pendakwah muda asal Tuban, Jawa Timur, Siti Nur Lutfiyatul Kharisma.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir ini dikenal sebagai salah satu dai muda yang aktif berdakwah di tengah masyarakat serta memiliki deretan prestasi di berbagai ajang keagamaan tingkat regional hingga nasional.

Perempuan yang akrab disapa Ustazah Risma ini lahir di Tuban pada 17 November 2003. Ia berasal dari Desa Wanglukulon, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Saat ini, Risma sedang menempuh pendidikan jenjang S1-Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Perjalanan dakwah Risma tidak terlepas dari proses panjang yang ia jalani sejak remaja. Ia mengaku, awalnya kegiatan berdakwah lebih banyak ia lakukan melalui ajang perlombaan sebelum akhirnya mulai aktif menyampaikan ceramah di tengah masyarakat.

“Sebenarnya kalau dakwah di masyarakat itu mulainya setelah dari Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar. Mungkin sudah hampir satu tahunan. Tapi kalau untuk dakwah-dakwah lomba, itu sudah dari dulu, sudah sering saya ikuti selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Sebagai pendakwah muda, Risma mengakui bahwa perjalanan di awal tidak selalu mudah. Rasa kurang percaya diri sempat menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika harus berbicara di hadapan guru-gurunya dan orang-orang yang lebih senior.

“Tantangan yang dihadapi tentu banyak, apalagi sebagai pendakwah muda. Kadang merasa masih belum pantas karena ilmunya masih sedikit. Tapi ketika sudah diberi amanah dan kepercayaan, ya harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin,” ujar Pendakwah asal Tuban tersebut.

Menurutnya, proses belajar dan pengalaman tampil di berbagai forum membuat dirinya semakin terbiasa menyampaikan ceramah dalam durasi yang cukup panjang. “Sekarang kalau mengisi ceramah satu jam rasanya cepat karena sudah terbiasa dan sudah bisa mengolah kata-kata,” tambahnya.

Dalam perjalanan dakwahnya, Risma juga memiliki sejumlah tokoh yang menjadi inspirasi. Ia mengaku banyak belajar dari para dai yang telah lebih dulu dikenal publik.

“Tokoh yang menginspirasi tentu banyak. Kalau yang muda-muda saya suka Ustazah Mumpuni dari AKSI dan juga Ning Umi Laila. Tapi yang paling menginspirasi sebenarnya guru-guru saya salah satunya K.H Imam Chambali dan yang pasti orang tua saya,” ungkapnya.

Nama Risma mulai dikenal luas setelah mengikuti ajang AKSI Indosiar pada tahun 2025. Ia mengaku telah lama menonton program tersebut sejak kecil dan tidak menyangka suatu hari bisa menjadi bagian dari ajang dakwah di televisi nasional itu.

Ia sempat mencoba mengikuti seleksi pada tahun 2023, namun belum berhasil. Ia kemudian kembali mencoba pada tahun berikutnya hingga akhirnya berhasil lolos dan tampil sebagai salah satu finalis.

“Saya pernah mencoba di tahun 2023 dan gagal. Lalu saya mencoba lagi di tahun 2025 dan alhamdulillah berhasil. Jadi dua kali mencoba baru bisa masuk,” jelasnya.

Sejak mengikuti AKSI, aktivitas dakwah Risma semakin berkembang. Ia kini sering diundang untuk mengisi pengajian di berbagai daerah, baik dalam bentuk kajian rutin maupun tabligh akbar.

“Sekarang lebih banyak dakwah di masyarakat, seperti pengajian umum atau tabligh akbar. Kadang juga mengisi pelatihan public speaking dan pelatihan dakwah di komunitas atau media sosial,” ujar Mahasiswi semester 8 tersebut.

Memasuki momen Lebaran, jadwal dakwah Risma juga semakin padat. Ia mengaku sudah menerima beberapa undangan ceramah yang akan dimulai beberapa hari setelah Hari Raya.

“Untuk Lebaran 2026 alhamdulillah sudah ada beberapa undangan. Mulai dari Lebaran ketiga sudah ada jadwal mengisi pengajian di beberapa tempat,” tuturnya.

Meski jadwal dakwah cukup padat, Risma tetap memaknai Lebaran sebagai momentum spiritual yang penting bagi setiap muslim. Baginya, Idulfitri adalah waktu untuk kembali membersihkan hati dan mempererat hubungan dengan keluarga. Ia juga memanfaatkan momen berkumpul bersama keluarga untuk memperkuat nilai kebersamaan yang sering kali sulit didapatkan di hari-hari biasa.

“Lebaran bagi saya adalah momen untuk kembali suci, saling mengikhlaskan dan memaafkan. Karena dalam keluarga pasti ada kesalahan, maka momentum ini digunakan untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi,” ujar Dai muda tersebut.

Melalui kiprah para pendakwah muda seperti Siti Nur Lutfiyatul Kharisma, momen Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat keislaman di tengah masyarakat.

Risma juga menuturkan pesan yang sering disampaikan oleh para gurunya agar terus menyebarkan kebaikan, meskipun kemampuan yang dimiliki masih terbatas. Karena berdakwah itu sebenarnya juga tidak jauh-jauh untuk menasihati diri kita sendiri agar menjadi lebih baik.

“Guru-guru saya selalu mengatakan, manfaatkan ilmu yang ada dan tularkan kepada orang lain. Walaupun sedikit, kalau bisa disampaikan kepada orang lain itu sudah menjadi sebuah kebaikan,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Ustazah Risma AKSI Indosiar Dakwah lebaran tuban