Lebaran Lebih Awal! Ribuan Warga Muhammadiyah Tumpah Ruah Salat Idulfitri di Stadion Gajayana Kota Malang

20 Maret 2026 07:53 20 Mar 2026 07:53

Thumbnail Lebaran Lebih Awal! Ribuan Warga Muhammadiyah Tumpah Ruah Salat Idulfitri di Stadion Gajayana Kota Malang

Ribuan jemaah Muhammadiyah padati Stadion Gajayana Malang untuk melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat 20 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Salat Idulfitri 1447 Hijriah telah dilaksanakan dengan khidmat oleh warga Muhammadiyah di Stadion Gajayana Kota Malang  Jumat, 20 Maret 2026. Sejak pagi hari, ribuan jemaah dari berbagai wilayah memadati area stadion untuk bersama-sama menunaikan salat Idulfitri.

Pelaksanaan ibadah ini diimami oleh Syawaludin Usman dengan tertib dan lancar, diiringi suasana kebersamaan serta semangat mempererat silaturrahmi antar umat Muslim dalam merayakan hari kemenangan.

Pada salat Id pagi ini, Prof. Dr. Ahsan, S.Kp, M.Kes, Ketua MPKU Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang sebagai khotib menyampaikan bahwa hari raya tak hanya kemenangan secara lahiriah. Namun menjadi momen untuk muhasabah diri, menilai kualitas ibadah yang selama ini dikerjakan.

Foto Ribuan jemaah Muhammadiyah telah melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di Stadion Gajayana Malang pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Ribuan jemaah Muhammadiyah telah melaksanakan salat Idulfitri 1447 H di Stadion Gajayana Malang pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa muhasabah diri juga bisa dalam bentuk merendahkan hati dan menjadi pemaaf.

"Hari raya bukan lahiriah namun titik berhenti sejenak untuk muhasabah menilai kualitas iman dan ibadah, muhasabah lebih rendah diri dan lebih pemaaf," ucapnya Prof Ahsan dalam khotbah.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa ibadah juga tak hanya salat dan puasa, namun menegakkan keadilan juga menjadi ibadah dalam menjauhi perilaku mungkar. 

Foto Ribuan jemaah Muhammadiyah mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ahsan, S.Kp, M.Kes, Ketua MPKU PDM Kota Malang pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Ribuan jemaah Muhammadiyah mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ahsan, S.Kp, M.Kes, Ketua MPKU PDM Kota Malang pada Jumat, 20 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

"Ibadah yang baik adalah tak hanya salat dan puasa tapi juga menegakkan keadilan. Sesungguhnya salat itu menjauhi perilaku mungkar," tutur Prof. Dr. Ahsan.

Tahun ini, memang ada perbedaan hari dalam merayakan kemenangan antara jemaah Muhammadiyah dengan pemerintah atau jemaah NU. 

Dalam hal ini, Prof. Dr. Ahsan menyampaikan bahwa semua memiliki cara masing-masing untuk menentukan hari raya. Pemerintah dengan melihat hilal, Muhammadiyah dengan hisab. Tentunya ia menghargai segala perbedaan.

"Tidak masalah. Tergantung metode yang digunakan dan itu sudah jelas. Metode yang diajarkan Muhammadiyah itu berdasarkan hisab. Sedangkan pemerintah, NU didasarkan berdasarkan hilal atau rukyah, tetapi kita harus saling menghargai, sudah punya standar nilai masing-masing," ungkapnya.

Dalam momen kemenangan ini, ia juga berpesan kepada jemaah untuk terus meningkatkan keimanan, intropeksi diri, dan terus menjaga kerukunan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Salat Idulfitri Muhammadiyah Kota Malang