KETIK, BANDUNG – Hari ini Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian terhadap korban yang masih hilang saat bencana longsor di Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tim kembali akan menyisir titik titik yang sudah di tandai sebagai posisi yang diduga korban. Tim tetap melaksanakan pencarian di 3 sektor, A,B dan C.
Total penemuan hingga hari ke-10 kemarin yaitu 83 bodypack, sebagian sudah teridentifikasi dan sebagian lainnya masih dalam proses identifikasi pihak DVI.
Memasuki H.11, kegiatan pencarian dan evakuasi korban terus dilaksanakan secara terukur, dengan fokus utama pada keselamatan personel. Berdasarkan evaluasi lapangan dan analisis dinamika medan, pencarian hari ini dilakukan secara optimal di seluruh worksite, sebagai bagian dari upaya menyeluruh menemukan korban yang masih dalam pencarian.
Hasil operasi hari ini menunjukkan bahwa Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 7 bodypack, dengan rincian 1 bodypack di Worksite A2, 1 bodypack di Worksite A3, dan 5 bodypack di Worksite B2.
SAR Mission Coordinator/Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa strategi pencarian yang diterapkan masih efektif, dan seluruh worksite memberikan hasil positif.
"Secara kumulatif, hingga sore ini, total bodypack yang berhasil dievakuasi adalah 83 Bodypack. Jumlah ini sudah melebihi dari jumlah Dalam Pencarian," ungkap Ade saat konferensi pers di Posko Komando Utama Penanganan Bencana Cisarua Senin 2 Februari 2026.
Namun hasil identifikasi DVI ada bodypack yang lebih dari satu tapi memiliki identitas tunggal, sehingga tren penemuan bodypack melebihi dari jumlah DP yang masuk dalam Daftar Pencarian.
Terkait proses identifikasi korban, berdasarkan data DVI hingga 2 Februari 2026 pukul 16.20 WIB, telah dilakukan identifikasi terhadap 63 bodypack, dengan rincian 61 korban telah teridentifikasi dan 20 bodypack masih dalam proses identifikasi lanjutan.
Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dengan daftar Dalam Pencarian (DP); dan 2 korban teridentifikasi, namun tidak tercantum dalam data awal korban dalam pencarian, yang diduga merupakan tamu pada saat kejadian. Sementara 14 korban lainnya teridentifikasi, namun namanya tidak termasuk dalam 80 daftar nama DP.
Dengan demikian, hingga saat ini, masih terdapat 35 korban yang belum dapat dipastikan identitasnya, dengan kategori 20 korban dalam bentuk bodypack yang telah ditemukan namun belum teridentifikasi.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, SMC telah berkonsolidasi dengan Incident Commander dan perwakilan DVI. Dan atas direktif penuh Kepala BASARNAS selaku SAR Coordinator (SC), maka disepakati bahwa operasi pencarian akan tetap dilanjutkan hingga masa Tanggap Darurat (TD) selesai.
"Namun daftar DP tidak lagi menjadi target absolut, melainkan digunakan sebagai data pembanding dalam evaluasi operasi. Kami mohon pengertian dan kerja sama semua pihak terkait dinamika data dan kondisi lapangan yang berkembang," kata Ade.
Dari sisi kondisi lapangan, cuaca hari ini relatif baik, meskipun sempat turun hujan ringan singkat. Kondisi ini tidak menghambat jalannya operasi karena dapat dikelola melalui pengaturan ritme kerja, pembagian waktu pencarian, dan manajemen keselamatan di setiap worksite.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa semangat, solidaritas, dan disiplin Tim SAR Gabungan tetap terjaga dengan baik. Seluruh unsur yang terlibat-Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, relawan, dan pendukung lainnya-bekerja secara sinergis, profesional, dan penuh dedikasi dalam misi kemanusiaan ini.
Ke depan, imbuh Ade, operasi akan terus dilakukan dengan evaluasi harian, penyesuaian rencana operasi secara dinamis, serta tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama.
"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar, serta seluruh korban segera ditemukan," tutup Ade.(*)
