KETIK, BATU – Volume sampah di Kota Batu meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan lonjakan sekitar 10 persen tersebut dapat tertangani dengan baik tanpa menimbulkan penumpukan, berkat sistem kerja petugas yang tetap berjalan tanpa hari libur.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menyebut kenaikan timbulan sampah selama libur panjang masih dalam batas terkendali jika dibandingkan dengan volume sampah pada akhir pekan biasa.
“Pada hari normal, timbulan sampah Kota Batu sekitar 10 ton per hari. Saat akhir pekan meningkat menjadi 12 ton. Selama libur Nataru, volumenya berada di kisaran 13 hingga 14 ton per hari,” jelas Dian, Jumat, 2 Desember 2025.
Ia menambahkan, seluruh sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung langsung diproses dengan sistem one day process, sehingga tidak ada sampah yang tertahan lebih dari satu hari.
Untuk menjaga kelancaran pengolahan tersebut, petugas kebersihan tetap bekerja penuh selama libur Nataru dengan penambahan jam operasional.
“Biasanya operasional dilakukan dalam dua shift. Selama libur panjang, kami menambah shift agar tidak terjadi penumpukan sampah di TPA,” ujarnya.
Sampah yang dikelola DLH berasal dari sedikitnya 21 ruas jalan utama di Kota Batu, mulai dari Jalan Ir Soekarno hingga Jalan Panglima Sudirman.
Selain itu, pengangkutan juga difokuskan pada kawasan strategis, seperti destinasi wisata, hotel, dan restoran yang aktivitasnya meningkat selama masa liburan.
DLH memastikan proses pengangkutan dan pengolahan dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kebersihan kota di tengah tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Dian menilai terkendalinya peningkatan timbulan sampah juga dipengaruhi kebijakan Pemerintah Kota Batu. Surat edaran Wali Kota Batu Nurochman yang mengimbau perayaan Natal dan Tahun Baru dilakukan secara empatik terhadap korban bencana di Sumatera turut mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Imbauan tersebut membuat masyarakat lebih bijak dalam mengelola sampah, sehingga peningkatan timbulan selama libur Nataru tidak terlalu besar,” pungkas Dian.
