KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam bertaraf internasional. Pada Jumat (30/01/2026), pesantren tersebut menggelar Daurah Al-Qur’an dan pengkajian Kitab Matan Tuhfatul Athfal dengan menghadirkan pakar qira’at terkemuka asal Mesir, Syekh Dr. Muhammad Dasuqi Kahilah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula I PP Nurul Jadid ini dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Peserta yang terdiri dari santri dan civitas akademika tampak antusias menyimak pemaparan dari sosok yang merupakan dosen Fakultas Qira’at Universitas Al-Azhar Kairo tersebut.
Syekh Dr. Muhammad Dasuqi Kahilah, yang juga dikenal sebagai Direktur Kaheela Foundation Kairo, membedah secara sistematis kaidah-kaidah dalam kitab Tuhfatul Athfal. Sebagai penulis puluhan buku di bidang tajwid, beliau memberikan penekanan khusus pada ketepatan bacaan Al-Qur’an yang harus bersandar pada sanad keilmuan yang valid.
Kehadiran Syekh Dasuqi di tengah lingkungan pesantren menjadi magnet tersendiri bagi para pencari ilmu. Selain mengisi sesi ilmiah di aula, pakar mushaf Al-Qur’an ini juga dijadwalkan bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Nurul Jadid pada pukul 11.30 WIB.
Langkah PP Nurul Jadid menghadirkan ulama kaliber internasional ini merupakan bagian dari upaya lembaga untuk meningkatkan kualitas intelektual santri dalam bidang qiraah.
Dengan berinteraksi langsung bersama para ahli dari Timur Tengah, diharapkan lahir generasi penjaga Al-Qur’an yang memiliki kedalaman pemahaman teoretis sekaligus kefasihan dalam praktik.
Syekh Dasuqi sangat antraktif dengan santri Pesantren Nurul Jadid dengan melemparkan pertanyaan seputar isi kitab Tuhfatul Athfal. ini mempertegas posisi PP Nurul Jadid sebagai lembaga pendidikan yang terus konsisten mengolaborasikan tradisi pesantren dengan wawasan keilmuan global. (*)
