KETIK, KENDAL – Intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis, 15 Januari 2026 memicu luapan Sungai Waridin di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong. Akibatnya, pemukiman warga terendam banjir dan arus lalu lintas di jalur utama Pantura mengalami kemacetan parah.
Merespons kondisi darurat ini, Polres Kendal resmi menetapkan status siaga bencana.
Tepat pukul 21.00 WIB, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar memimpin langsung apel kesiapsiagaan di Ruang Command Center. Dalam instruksi tegasnya, ia memerintahkan seluruh personel piket fungsi untuk segera meluncur ke titik terdampak.
"Hujan deras ini menyebabkan banjir di beberapa titik. Saya instruksikan seluruh personel siaga penuh, turun langsung membantu masyarakat, dan jadikan keselamatan warga sebagai prioritas utama," tegas AKBP Hendry.
Luapan sungai mulai merangsek ke pemukiman sejak pukul 17.30 WIB. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Dukuh Kauman, Dukuh Kradenan, dan Dukuh Kebonadem. Debit air yang terus meningkat membuat air melampaui bibir jembatan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Kondisi ini diperparah dengan terganggunya akses jalan nasional Pantura yang sempat tersendat akibat genangan air yang cukup tinggi di badan jalan.
Polres Kendal membagi kekuatan secara strategis untuk menangani situasi di lapangan; Satu Pleton Dalmas diterjunkan membawa truk operasional dan perahu karet untuk proses evakuasi.
Satlantas fokus mengurai kemacetan di jalur Pantura agar arus logistik dan transportasi tidak lumpuh total, Personel Reskrim & Intelkam disiagakan untuk pengamanan wilayah dan pendataan warga terdampak, dan Personel Narkoba dikerahkan khusus untuk bersinergi dengan BPBD Kendal dalam penanganan teknis bencana.
Sekitar pukul 21.30 WIB, Kapolres Kendal bersama Dandim 0715 Kendal, Letkol Inf Bagus Setyawan, meninjau langsung lokasi banjir di Brangsong. Petugas bergerak cepat mengevakuasi warga yang rumahnya terendam cukup dalam ke tempat yang lebih aman.
Hingga Jumat, 16 Januari 2026 pukul 01.00 WIB, tim gabungan masih bertahan di lokasi untuk memantau perkembangan debit air dan memastikan keamanan warga.
"Kami akan terus berada di lokasi sampai situasi benar-benar aman. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat," tandas Kapolres.(*)
