Sisa Makanan Dominasi Sampah, DLH Lebak Ajak Warga Kelola Sampah Organik dari Rumah

3 Februari 2026 09:00 3 Feb 2026 09:00

Thumbnail Sisa Makanan Dominasi Sampah, DLH Lebak Ajak Warga Kelola Sampah Organik dari Rumah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika. (Foto: Irvan Suyatupika for ketik.com)

KETIK, LEBAK – Sisa makanan masih menjadi penyumbang terbesar limbah sampah di Indonesia. Berdasarkan data komposisi sampah terbaru, mayoritas sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berasal dari rumah tangga, dengan persentase mencapai 90,4 persen.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatufika, mengatakan bahwa permasalahan sampah tidak hanya soal volume yang menumpuk, tetapi juga dampak serius yang ditimbulkannya terhadap lingkungan dan keselamatan.

“Sampah organik, khususnya sisa makanan, dapat menghasilkan gas metana yang sangat berbahaya. Gas ini mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran di TPA, sebagaimana yang banyak terjadi di berbagai daerah dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Irvan Suyatupika kepada wartawan, Selasa 3 Februari 2026.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang tidak optimal akan memperbesar risiko bencana lingkungan, mulai dari pencemaran udara, kerusakan tanah, hingga kebakaran dan longsor sampah. 

Oleh karena itu, diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya.

DLH Kabupaten Lebak mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan langkah sederhana namun berdampak besar, seperti menghabiskan makanan tanpa sisa, memilah sampah organik dan arorganik dari rumah, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.

Salah satu solusi yang dinilai efektif adalah pemanfaatan biopori dan pengomposan sampah organik. Selain mengurangi limbah sampah yang dibuang ke TPA, pengomposan juga memberikan banyak manfaat lingkungan.

“Pengomposan biopori tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga membantu mencegah banjir, meningkatkan cadangan air tanah, menyuburkan tanah, serta menambah kawasan hijau,” jelas Irvan.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Upaya kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap rumah tangga akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Kecil bagi kita, tetapi besar dampaknya bagi bumi. Mari bersama-sama menjadi bagian dari solusi dengan mengelola sampah secara bijak dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sisa Makanan sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Irvan Suyatupika ketik.com