KETIK, GRESIK – Menyambut musim baratan atau angin barat yang membuat banyak nelayan tidak bisa melaut, sebanyak 100 siswa MI Al Khoiriyah 2 Dusun Mulyorejo, Desa Dalegan, Gresik, mengikuti lomba mencari kerang di pesisir pantai yang tengah surut.
Kegiatan mencari kerang ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga merupakan budaya turun-temurun sebagai bentuk kearifan lokal warga Dusun Mulyorejo.
Tak hanya para siswa, ibu-ibu wali murid turut meramaikan lomba tersebut. Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah uang tunai dan kerapu gratis.
Pada musim baratan, banyak nelayan tidak melaut karena ombak tinggi akibat angin barat, sehingga mencari kerang di pesisir pantai yang surut menjadi salah satu cara bagi para istri nelayan untuk memperoleh penghasilan dari hasil penjualan kerang.
Kepala Sekolah MI Al Khoiriyah 2, Arif Rohman, mengatakan bahwa lomba ini diadakan untuk mengedukasi siswa mengenai kearifan lokal dan budaya warga Dusun Mulyorejo yang mencari kerang di Musim Baratan.
"Tujuannya diadakan lomba mencari kerang ini untuk melestarikan budaya lokal Dusun Mulyorejo yang mencari kerang saat angin barat (musim baratan)," ujarnya.
Arif menyampaikan lomba mencari kerang ini berhadiah ikan kerapu dan uang tunai. Rencananya lomba ini akan dilaksanakan setiap tahun.
"Jadi konsepnya cari kerang dapat ikan kerapu. Pemenangnya dapat ikan kerapu dan uang tunai. InsyaAllah nanti setiap tahun akan dilaksanakan setiap tahun di musim baratan," ungkapnya.
Salah satu siswa yang mengikuti lomba ini, Lutfi, mengaku senang bisa ikut melestarikan budaya lokal Dusun Mulyorejo.
"Senang sekali ya bisa ikut melestarikan budaya lokal Dusun Mulyorejo. Walaupun sedikit susah- susah gampang waktu mencari kerangnya," katanya.
Selain itu, ibu-ibu yang ikut lomba mencari kerang, Lisnawati, mengaku tidak kesusahan dalam mencari kerang.
"Mudah ya waktu mencari kerang, ikut senang bisa melestarikan budaya lokal di Dusun Mulyorejo," pungkasnya.
