Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

29 Maret 2026 19:21 29 Mar 2026 19:21

Thumbnail Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

KH. Moh. Zuhri Zaini memberikan tausyiah di hadapan ribuan pengurus pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (Foto: Ponirin Mika/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Mengawali momentum syawal dengan semangat pembaruan, Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar Halalbihalal Pengasuh dan Pengurus di Aula 1, Minggu, 29 Maret 2026.

Dalam forum tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. M. Zuhri Zaini, menyampaikan pesan mengenai reorientasi niat dan profesionalisme dalam berkhidmat.

Pesan tersebut disampaikan pada acara halalbihalal yang digelar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB kepada jajaran pengurus dan pengabdi yang telah terdata secara digital.

Suasana reflektif terasa saat Kiai Zuhri mengawali tausiahnya dengan mengingatkan peserta yang hadir tentang kefanaan usia sebagai pengingat untuk terus memperbanyak amal saleh.

Kiai Zuhri menekankan bahwa pengabdian di lingkungan pesantren tidak boleh dipisahkan dari dimensi ibadah. Ia menegaskan bahwa orientasi utama seorang pengabdi haruslah mencari rida Allah Swt, bukan sekadar mengejar kesenangan duniawi atau materi.

"Jika seseorang tekun beribadah dan mengabdi dengan ikhlas, maka Allah akan melapangkan kehidupannya. Bekerja untuk akhirat, maka urusan dunia akan mengikuti," tuturnua di hadapan ratusan pengurus.

Namun, Kiai Zuhri juga memberikan catatan kritis bahwa niat yang baik harus ditempuh dengan cara yang benar. Ia mengibaratkan keselarasan ini seperti ibadah wajib, tidak bisa hanya mengandalkan keinginan sendiri tanpa mengikuti tuntunan yang sah.

Dalam aspek manajerial, KH. M. Zuhri Zaini menawarkan formula pengabdian yang komprehensif. Selain memegang prinsip kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja tuntas, beliau mewajibkan setiap pengabdi untuk menanamkan Panca Kesadaran.

Lima pilar tersebut meliputi kesadaran beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta berorganisasi.

"Jika ketiga prinsip kerja tadi dipadukan dengan panca kesadaran, maka akan melahirkan kerja sama yang solid," tegasnya.

Secara teknis, ia meminta seluruh pengabdi untuk bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing. Sinkronisasi antarunit kerja melalui rapat koordinasi yang efektif dinilai menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih peran dalam organisasi pesantren.

Di akhir tausyiahnya, Kiai Zuhri menekankan bahwa bekerja adalah bagian dari proses belajar. Ia berpesan agar setiap individu terus memperdalam ilmu, karena amal yang dilakukan tanpa landasan keilmuan berisiko tidak diterima di sisi Allah Swt.

Agenda halalbihalal ini pun berakhir sebagai momentum penguatan komitmen kolektif bagi seluruh pengabdi untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan santri usai liburan panjang Pondok Pesantren Nurul Jadid.(*)

Tombol Google News

Tags:

halalbihalal Kiai Zuhri Zaini probolinggo