Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

29 Maret 2026 20:31 29 Mar 2026 20:31

Thumbnail Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

Pengasuh dan jajaran pengurus Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo (Foto: Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar momentum Halalbihalal bagi ribuan pengurus, dosen dan pegawainya. Acara yang berlangsung di Aula 1 Pesantren pada Ahad (29/03/2026) ini menjadi ajang reorientasi niat sekaligus penguatan strategi organisasi di tengah dinamika dunia pasca libur panjang pesantren.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. M. Zuhri Zaini, dalam tausiyahnya menekankan bahwa pengabdian di pesantren harus dipandang sebagai dimensi ibadah yang utuh. Beliau mengingatkan bahwa orientasi utama seorang pengabdi adalah mencari ridha Allah SWT, di mana profesionalisme kerja harus berjalan beriringan dengan ketulusan hati.

"Jika seseorang mengabdi dengan ikhlas, maka Allah akan melapangkan kehidupannya. Bekerja untuk akhirat, maka urusan dunia akan mengikuti," tutur Kiai Zuhri di hadapan ribuan pengabdi yang hadir.

Lebih lanjut, Kiai Zuhri menawarkan formula pengabdian yang komprehensif dengan memadukan prinsip kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas yang dibalut dalam Panca Kesadaran. Lima pilar kesadaran tersebut meliputi aspek beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta berorganisasi. Menurutnya, keselarasan ini akan melahirkan kerja sama tim yang solid dan profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing.

Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, memaparkan langkah strategis pesantren dalam merespons dampak konflik global yang mulai memengaruhi sektor ekonomi dan arus informasi. Kiai Hamid menegaskan bahwa pesantren tidak boleh bersikap pasif, melainkan harus memperkuat fondasi internal agar tetap relevan.

Untuk menjawab tantangan zaman, Kiai Hamid merumuskan Lima Pilar Penguatan Pesantren: a. Rekonsiliasi Hati: Menjaga persatuan internal melalui semangat saling memaafkan. b. Ruhul Khidmah: Memperkokoh jiwa pengabdian sebagai benteng moral organisasi. c. Peningkatan Kualitas SDM: Mendorong penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir kritis. d. Program Tepat Guna: Menyusun agenda kerja yang berdampak nyata pada kemandirian pesantren. e. Efisiensi Anggaran: Mengelola produktivitas dengan prinsip tanggung jawab yang ketat.

Selain aspek manajerial, Kiai Hamid juga menyoroti pentingnya sikap Wasathiyah atau moderat. Pesantren diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu global yang berkembang secara liar.

Sesuai rondwn acara, kegiatan halalbihal tersebut akan diakhiri dengan saling maaf-maafan dengan cara mushafahah.

Tombol Google News

Tags:

Halalbihala Pesantren Nurul Jadid Kiai Zuhri Zaini Kerja Ikhlas