Puncak Musim Hujan, BMKG Juanda Minta Malang Raya Waspadai Bencana Hidrometeorologi

22 Februari 2026 16:34 22 Feb 2026 16:34

Thumbnail Puncak Musim Hujan, BMKG Juanda Minta Malang Raya Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi prediksi puncak musim hujan di Jawa Timur. (Ilustrasi: BMKG Juanda)

KETIK, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda merilis peringatan dini kewaspadaan cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama periode 21 hingga 28 Februari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menyatakan bahwa cuaca ekstrem ini dapat memicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berisiko menimbulkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga fenomena hujan es di berbagai daerah.

Wilayah yang masuk dalam zona waspada meliputi hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, di antaranya:

  • Malang Raya: Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
  • Wilayah Lain: Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Banyuwangi, serta wilayah di Madura dan daerah Mataraman seperti Kediri, Madiun, dan sekitarnya.

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan cuaca ekstrem ini dipicu oleh beberapa faktor atmosfer yang terjadi secara bersamaan. Aktifnya Monsun Asia dan adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Jullian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, serta Low Frequency yang melintasi Jawa Timur. Suhu Muka Laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan. Kondisi Atmosfer Lokal yang labil, mendukung pertumbuhan awan konvektif secara masif.

"Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur berada pada musim hujan, dengan beberapa wilayah bahkan masih mengalami puncak musim hujan," jelas Taufiq dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 22 Februari 2026.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam atau pegunungan, BMKG meminta kewaspadaan ekstra terhadap risiko tanah longsor dan berkurangnya jarak pandang. Selain itu, potensi pohon tumbang akibat angin kencang juga harus diantisipasi.

Masyarakat diharapkan tetap memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. (*)

Tombol Google News

Tags:

puncak musim hujan Musim Hujan BMKG Juanda BMKG malang bencana hidrometeorologi Hujan