KETIK, GRESIK – Tim putri Jakarta Electric PLN Mobile mengakhiri putaran pertama Proliga 2026 dengan manis setelah mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan dalam tiga set langsung 3-0 (25-23, 25-19, 25-12) di GOR Tri Dharma Gresik, Jumat (30/1/2026).
Ini merupakan kemenangan keempat dari enam laga yang sudah dituntaskan itu membawa Electric PLN sementara naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan nilai 11, menggusur Jakarta Pertamina Enduro dan Bandung bjb Tandamata yang sama-sama mengemas nilai 9.
Posisi Electric PLN masih bisa didepak Pertamina Enduro yang akan bermain menghadapi Medan Falcons pada Jumat (30/1/2026) malam.
Sementara Jakarta Popsivo masih tertahan di peringkat keenam dengan nilai 6, hasil dua kali menang dan empat kali kalah.
Pemain Jakarta Electric PLN, Neriman Ozsoy Saat Lakukan Spike Ke Pertahanan Jakarta Popsivo Polwan di GOR Tridharma Petrokimia Gresik, Jumat, 30 Januari 2026 (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)
“Secara keseluruhan kami cukup puas dengan hasil putaran pertama, terutama kemenangan sore ini. Para pemain tidak terlalu banyak melakukan kesalahan receive sehingga strategi berjalan baik,” kata Asisten Pelatih Jakarta Electric PLN Mobile, Alim Suseno usai pertandingan.
Alim menambahkan timnya tidak akan melakukan perombakan komposisi pemain asing maupun lokal untuk menghadapi putaran kedua Proliga musim ini.
“Dari komposisi pemain tetap dipertahankan yang ada sekarang,” tambahnya.
Pada laga menghadapi Popsivo, pelatih Electric PLN Chamnan Dokmai tidak bisa memainkan Celeste Elle Plak yang kondisinya tidak fit, untuk menjadi tandem Neriman Ozsoy dalam menyerang.
Kapten tim Electric PLN, Agustin Wulandari mengakui timnya bermain bermain bagus melawan Popsivo.
"Semua sesuai dengan instruksi dan strategi pelatih," ujar Agustin.
Poppy Aulia, Ersandrina “Caca” Devega dan sang kapten, Agustin Wulandari tetap tampil solid dalam menyerang dan bertahan. Poppy menjadi top skor dengan torehan 18 angka, dilengkapi Ozsoy dan Caca yang masing-masing membukukan 16 dan 13 angka.
Popsivo memberikan perlawanan ketat pada set pertama, namun pada dua set berikutnya, Amalia Fajrina dkk lebih banyak ditekan dan kalah dalam permainan.
“Kami under perform, termasuk dua pemain asing kami, dan set kedua serta ketiga sulit keluar dari tekanan,” kata kapten Tim Jakarta Popsivo, Amalia Fajrina.
Mantan pemain timnas ini mengakui kekuatan Popsivo di Proliga musim ini tidak sebagus musim lalu karena ada perubahan cukup signifikan dari komposisi pemain dan juga pelatih.
“Masih ada pemain senior yang harus turun, termasuk saya, sementara pemain-pemain muda masih minim pengalaman. Kalau soal perombakan tim, silakan tanyakan langsung ke manajemen saja,” pungkasnya. (*)
