KETIK, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memfokuskan pengamanan pada lima titik rawan selama musim mudik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, mengatakan lima lokasi tersebut memiliki potensi kerawanan tinggi saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Ia menyebutkan lokasi pertama yang menjadi perhatian adalah jalan tol dan rest area. Menurutnya, kepadatan kendaraan di rest area kerap memicu antrean panjang hingga berdampak pada kelancaran lalu lintas di jalan tol.
“Kami sudah menyiapkan sistem digital yang memantau jumlah kendaraan masuk dan keluar secara real-time. Informasi ketersediaan parkir akan disebarluaskan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi terkini,” jelas Faizal dalam Forum Dialektika Demokrasi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman” di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Lokasi kedua yang menjadi fokus pengamanan adalah jalan arteri dan jalan nasional. Kawasan ini dinilai rawan kemacetan, terutama di sekitar pasar tumpah, pusat perbelanjaan, serta persimpangan yang membutuhkan pengaturan langsung oleh petugas.
Ketiga, pengamanan akan diperkuat di berbagai simpul transportasi seperti pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal, dan stasiun.
Faizal menjelaskan bahwa pemerintah telah menambah dermaga di Pelabuhan Bakauheni untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan selama masa mudik.
"Polri mengantisipasi dampak cuaca dan memastikan sistem antrean serta penggunaan dermaga tambahan berjalan lancar," kata Faizal.
Fokus pengamanan keempat adalah kawasan wisata serta titik yang sering digunakan untuk modifikasi kendaraan. Polisi akan menempatkan pos pemeriksaan atau checkpoint di sejumlah lokasi strategis, salah satunya di KM 81 jalur Jakarta–Cikampek.
Petugas akan memeriksa kendaraan pribadi, kendaraan sewaan, serta angkutan ilegal yang beroperasi tanpa memperhatikan waktu istirahat pengemudi.
“Kami bekerja sama dengan pihak perhubungan dan kesehatan. Jika pengemudi ditemukan kelelahan, kami akan memaksa mereka untuk istirahat demi keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu, tempat ibadah juga menjadi perhatian dalam pengamanan Operasi Ketupat karena berpotensi menjadi titik konsentrasi massa selama Ramadan hingga Lebaran.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Selain memetakan titik rawan, Korlantas Polri juga telah memprediksi puncak pergerakan masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini.
Faizal mengatakan arus mudik diperkirakan mencapai puncaknya dalam dua periode, yaitu pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026.
Adapun puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
“Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel dan penempatan posko secara matang,” katanya.
Forum diskusi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, serta Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno. (*)
