KETIK, LEBAK – Aktivitas perdagangan di Pasar Semi Rangkasbitung, Rangkasbitung, mengalami lonjakan signifikan selama momentum Ramadan hingga Lebaran 2026.
Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan tersebut turut merasakan peningkatan penjualan, seiring tingginya kebutuhan masyarakat selama Hari Raya Idulfitri.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima data terbaru terkait total pendapatan pedagang selama periode tersebut.
Meski demikian, jumlah pedagang yang beraktivitas di Pasar Semi Rangkasbitung diperkirakan mencapai ratusan orang.
“Izin, ini belum ada update datanya kang, coba nanti saya pastikan dulu ya ke pengelola untuk di-update. Untuk jumlah PKL di Pasar Semi Rangkasbitung kurang lebih 800 pedagang,” ujar Yani saat dihubungi wartawan, Sabtu, 28 Maret 2026.
Berdasarkan hasil penelusuran ketik.com di lapangan, para pedagang menjual beragam kebutuhan pokok seperti ikan pindang, ikan segar, daging ayam potong, hingga komoditas lainnya yang menjadi incaran masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Jika diasumsikan setiap pedagang meraup pendapatan rata-rata sebesar Rp1.500.000 per hari, maka total perputaran uang dari sekitar 800 pedagang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar.
Perhitungan tersebut dilakukan secara global, mengingat adanya perbedaan tingkat pendapatan antar pedagang.
Sejumlah pedagang komoditas tertentu seperti jahe, jalamre, dan pisang diketahui memiliki omzet di bawah rata-rata.
Sementara itu, pedagang ikan, daging ayam, serta kebutuhan pokok lainnya mampu mencatatkan pendapatan yang lebih tinggi, bahkan bisa mencapai dua kali lipat.
Dengan estimasi margin keuntungan berkisar antara 10 hingga 15 persen, para pedagang dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Penghasilan tersebut bahkan cukup untuk menopang kehidupan satu keluarga dengan rata-rata enam anggota.
Lonjakan transaksi di Pasar Semi Rangkasbitung ini menjadi salah satu indikator meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat selama Ramadan dan menjelang Lebaran di wilayah Provinsi Banten, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. (*)
