Kirab Kampung Coklat Sedot Ribuan Warga, 5.000 Ketupat Jadi Simbol Syukur dan Kebersamaan

28 Maret 2026 10:37 28 Mar 2026 10:37

Thumbnail Kirab Kampung Coklat Sedot Ribuan Warga, 5.000 Ketupat Jadi Simbol Syukur dan Kebersamaan

Bupati Blitar, Rijanto saat menghadiri kirab ketupat di Kampung Coklat, Sabtu 28 Maret 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Gelombang manusia tumpah ruah, aroma tradisi berpadu dengan hangatnya nuansa religius. Kirab Ketupat di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, kembali digelar meriah dan sukses menyedot ribuan pengunjung dari berbagai daerah, Sabtu, 28 Maret 2026.

Sekitar 5.000 ketupat disiapkan dalam perhelatan tahunan tersebut. Jumlah itu disesuaikan dengan banyaknya jamaah pengajian yang turut mengikuti rangkaian acara sejak pagi hari. Ketupat-ketupat ini tak sekadar hidangan, melainkan simbol mendalam tentang rasa syukur usai menjalani ibadah Ramadan.

Reditya Ansori, Divisi Quality Assurance Kampung Coklat, menjelaskan bahwa kirab ini merupakan perpaduan antara nilai spiritual dan pelestarian budaya lokal.

“Tradisi ini adalah bagian dari upaya nguri-nguri budaya leluhur yang sarat nilai religius. Setiap tahun kami menghadirkan inovasi, salah satunya dengan mengkolaborasikan kirab dengan pengajian Sabtu pagi agar suasananya semakin khidmat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar seremoni, ketupat dalam tradisi ini dimaknai sebagai lambang kebersihan hati, saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga. Filosofi sederhana yang justru menjadi pengikat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Kirab Ketupat Kampung Coklat juga menjadi strategi budaya untuk memperkuat identitas lokal sekaligus menarik minat wisatawan. Tak heran, setiap tahunnya acara ini selalu dinantikan dan menjadi magnet tersendiri bagi Kabupaten Blitar.

Bupati Blitar, Rijanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas konsistensi pelestarian tradisi ini. Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada masyarakat.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Blitar, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.

Menurutnya, Kirab Ketupat bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan representasi nilai kebersamaan dan budaya yang harus terus dijaga.

“Ini adalah kekayaan budaya yang tidak ternilai. Harapannya bisa terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Blitar,” tegasnya.

Di tengah gemerlap perayaan, kirab ini seolah berbisik pelan tentang pulang, tentang maaf, dan tentang hati yang kembali bersih. Sebab pada akhirnya, tradisi bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk dirawat dan diwariskan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kampung Coklat Kirab ketupat Rijanto Blitar Kabupaten Blitar warga