KETIK, SURABAYA – Bulan Ramadan bukan berarti bermalas-malasan. Sebaliknya, di bulan yang penuh ampunan dan rahmat ini sejumlah warga semakin maksimal melakukan kegiatan spiritual dan kegiatan positif lainnya.
Salah satu kegiatan itu adalah donor darah. Ya, jika dipikir-pikir mendonorkan darah pada saat puasa membuat tubuh lebih lemas karena darah diambil.
Namun apabila menyesuaikan waktu, maka rasa khawatir akan lemas karena darah diambil nyatanya tidak terjadi.
Muizah salah satu warga menjelaskan, ia sudah rutin melakukan donor darah. Di Ramadan kali ini, ia menggeser waktunya di malam hari untuk melakukannya.
"Ya kebetulan habis buka terus salat magrib. Setelah itu donor darah," katanya pada Sabtu 14 Maret 2026.
Muizah datang ke lokasi donor darah di Masjid Al Akbar, Surabaya bersama temannya. Keduanya memutuskan sama-sama mendonorkan darah. Muizah menjelaskan sebelum donor darah, tim dari PMI Kota Surabaya melakukan pemeriksaan.
Hal ini diperlukan, apakah Muizah memenuhi kriteria yang telah ditentukan atau tidak. Setelah cek kesehatan, ia menunggu di kursi yang telah disediakan. Beberapa menit kemudian, petugas memanggilnya. Muizah langsung bergeser ke mobil PMI untuk melakukan donor darah.
"Alhamdulillah lolos cek kesehatan. Tahun lalu (donor darah) waktu Ramadan juga. Alhamdulillah setelah donor enggak lemas. Apalagi saat malam hari setelah berbuka puasa," jelasnya.
Baginya donor darah memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, sekaligus dapat membantu sesama.
"Ya setelah donor darah ada kepuasan tersendiri. Bisa bantu orang lain juga dan menyehatkan tubuh juga," tuturnya.
Terpisah, Kabag Pelayanan dan Humas UDD PMI Kota Surabaya, dr. Wandai Rasotedja, menghimbau para pendonor khusunya yang baru pertama kali melakukan kegiatan donor darah dilakukan setelah berbuka puasa atau sahur.
"Banyak juga yang donor di siang hari saat puasa. Tergantung kebiasaan juga. Tapi bagi pendonor yang belum terbiasa, sebaiknya setelah buka puasa atau setelah sahur," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan stok darah PMI Kota Surabaya selama Ramadan mencapai 2.500 kantong.
"Seperti sel darah pekat saat ini mencapai 2000 lebih kantong, kemudian trombosit ada 400 kantong dan whole blood ada 100 kantong lebih," jelasnya. (*)
