Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif, Bupati Targetkan Cilacap Menjadi Tempat Tujuan Wisata

14 Januari 2026 07:46 14 Jan 2026 07:46

Thumbnail Pengukuhan Komite Ekonomi Kreatif, Bupati Targetkan Cilacap Menjadi Tempat Tujuan Wisata

Bupati Cilacap resmi mengukuhkan 75 pengurus Komite Ekonomi Kreatif, Selasa 13 Januari 2026. (Foto: Nani Eko/Ketik)

KETIK, CILACAP – Penetapan Kabupaten Cilacap sebagai Kabupaten Kreatif 2025 oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenkraf RI) membawa tantangan baru bagi pemerintah daerah. Cilacap didorong untuk mengintegrasikan sektor seni, budaya, desain, dan teknologi ke dalam ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan inovatif.

Sebagai tindak lanjut dari penetapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap mengambil langkah konkret dengan membentuk dan mengukuhkan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Cilacap sebagai motor penggerak pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, secara resmi mengukuhkan sebanyak 75 pengurus Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Cilacap. Prosesi pengukuhan berlangsung di Pendopo Wijayakusuma pada Selasa, 13 Januari 2026.

Bupati Syamsul Aulia Rachman menyampaikan bahwa Komite Ekonomi Kreatif tidak sekadar dibentuk sebagai lembaga formal untuk menjalankan amanah regulasi. Menurutnya, komite ini harus mampu memberikan masukan dan manfaat nyata dalam membangun Cilacap dari berbagai sektor ekonomi kreatif.

"Ini bisa kita dorong nanti untuk pada akhirnya orang akan datang ke Cilacap dan ketika orang datang ke Cilacap itu adalah seperti kita membentuk sebuah ekonomi kreatif, artinya mereka akan menikmati wisata, budaya, seni, pertunjukan yang akhirnya nanti ekonomi kreatifnya akan bertumbuh," ujarnya.

"Dengan orang-orang yang datang ke Cilacap, maka mereka akan jajan kuliner di Cilacap dan membeli oleh-oleh hasil cilacap, yang pada akhirnya ekonomi masyarakat akan meningkat," imbuh Syamsul.

Syamsul berharap Komite Ekonomi Kreatif yang beranggotakan unsur pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, seniman, komunitas adat dan budaya, serta teknologi informasi mampu menguatkan kolaborasi hexa-helix. Kolaborasi tersebut diharapkan menyatukan berbagai sumber daya dalam satu platform kreatif untuk memperkuat posisi Cilacap sebagai daerah kreatif.

"Salah satu langkah menarik minat masyarakat dengan membuat even mingguan dan ini lagi kita dorong," terangnya.

"Jadi harapannya kita harus berinovasi, lalu mencari daerah mana yang bagus dan didorong selanjutnya di buat even dari olahraga atau pertunjukan yang diadakan dilokasi wisata," lanjut Syamsul.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga berencana mengoptimalkan pemanfaatan ruang-ruang publik yang telah ditata. Sejumlah ruang publik yang belum dimanfaatkan secara maksimal akan dihidupkan kembali melalui pengelolaan mandiri maupun kerja sama dengan berbagai pihak.

"Ya salah satunya contoh ada beberapa tempat wisata dengan adat budayanya yang daerah lain tidak ada, ini akan coba kita ulik sehingga nanti orang-orang bisa menikmati event tersebut," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cilacap Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman omite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Cilacap