Pencarian Korban Longsor Cisarua H7 Total 60 Bodypack Dievakuasi

30 Januari 2026 22:15 30 Jan 2026 22:15

Thumbnail Pencarian Korban Longsor Cisarua H7 Total 60 Bodypack Dievakuasi

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat konferensi pers di Posko Induk Penanggulangan Bencana Longsor Cisarua, Jumat (30/1/26).(Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG BARAT – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii secara resmi memperpanjang pencarian korban longsor Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. 

Perpanjangan ini menyesuaikan masa tanggap darurat longsor Cisarua yang sudah di tetapkan oleh SK Bupati Bandung Barat selama 7 hari ke depan hingga tanggal 6 Februari 2026.

Kepala Basarnas mengatakan, Operasi SAR bencana tanah longsor hingga hari ketujuh (H7) Jumat 30 Januari 2026, total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 60 bodypack, dan jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan sebanyak 20 jiwa.

"Seluruh korban yang ditemukan langsung dievakuasi dan diserahkan ke Posko DVI untuk dilakukan proses identifikasi secara profesional dan terintegrasi," kata M Syafii saat konferensi pers di Posko Induk Penanggulangan Bencana Longsor Cisarua, Jumat (30/1/2026) petang.

Berdasarkan update DVI terakhir per tanggal 29 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, sebanyak 44 korban telah berhasil teridentifikasi dari 45 bodypack yang diterima sebelumnya.

"Kami menegaskan bahwa Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan pendekatan adaptif terhadap dinamika cuaca dan kondisi lapangan, dengan fokus pada area-area yang memiliki potensi tinggi berdasarkan tren penemuan dan hasil pemetaan teknis, serta tetap menjadikan keselamatan personel sebagai prioritas utama," tandas Syafii.

Basarnas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, baik Basarnas, TNI, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh masyarakat yang terus memberikan dukungan dalam operasi kemanusiaan ini.

"Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar upaya pencarian terhadap korban yang masih dalam pencarian dapat berjalan dengan aman dan membuahkan hasil terbaik," ucap Syafii.

Sejak pagi hari pencarian hari ketujuh, kondisi cuaca di wilayah operasi didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai kabut tipis dan visibilitas terbatas. Kondisi ini cukup menghambat pelaksanaan pencarian, terutama pada sektor-sektor yang berada di bawah mahkota longsoran dan area dengan potensi pergerakan tanah lanjutan. 

Oleh karena itu, tim SAR gabungan melaksanakan operasi secara selektif dan bertahap, dengan prinsip on–off operation, menyesuaikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan personel.

Operasi SAR diawali dengan asesmen kondisi lapangan menggunakan drone UAV dan unit K-9, untuk memastikan keamanan area kerja. Setelah apel pagi dan briefing pembagian tugas, SRU kemudian dikerahkan ke seluruh worksite aktif sesuai hasil asesmen dan pemetaan potensi korban.(*)


 

Tombol Google News

Tags:

longsor cisarua SAR basarnas bandung Basarnas kepala basarnas Bandung Barat