Setahun Kepemimpinan

Pemotongan TKD Tak Jadi Kendala Bupati-Wabup Bandung Realisasikan Janji Politik

20 Februari 2026 18:05 20 Feb 2026 18:05

Thumbnail Pemotongan TKD Tak Jadi Kendala Bupati-Wabup Bandung Realisasikan Janji Politik

Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Wabup Bandung Ali Syakieb. (Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Pasangan Dadang Supriatna (Kang DS) dan Ali Syakieb, tepat menjabat satu tahun sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung periode 2025-2030, pada Jumat 20 Februari 2026 ini. 

Pasangan yang diusung koalisi Bedas yang terdiri dari PKB, Gerindra, Demokrat, Nasdem, PAN, dan PDI Perjuangan ini dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, 20 Februari 2025 silam, bersama kepala daerah lainnya di Indonesia. 

Selama satu tahun pemerintahan pasangan Bedas ini, berbagai capaian pembangunan berhasil ditorehkan, meski dihadapkan pada tantangan besar yakni pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar hampir Rp 1 triliun oleh pemerintah pusat. 

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan tren peningkatan mencapai 76,4 poin. Capaian ini mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. 

Selain itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Bandung juga turun dari 6,40 persen menjadi 6,04 persen yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemkab Bandung menargetkan angka kemiskinan terus turun hingga 5,48 persen pada 2027.

Capaian pembangunan ekonomi juga menunjukkan kinerja stabil yang ditandai dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yang terjaga di angka 5,04 poin dan peningkatan nilai PDRB. 

Di samping itu, inflasi di Kabupaten Bandung pun terkendali di angka 1,24 poin, lebih rendah dari rata-rata inflasi Jawa Barat. Stabilitas inflasi ini menjadi pondasi dan indikator perkembangan ekonomi masyarakat. 

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, alhamdulillah kami dapat menciptakan lapangan kerja baru melebihi target selama 1 tahun ini. Dari target 10 ribu penciptaan tenaga kerja baru per tahun, kami berhasil menyerap 11.867 orang. Ini luar biasa karena melebihi target," ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna di sela Rakor Bulanan di Rumah Dinas Bupati Bandung, Jumat (20/2/2026). 

Dalam bidang pembangunan infrastruktur, Bupati Dadang Supriatna dan Ali Syakieb juga telah merealisasikan jalan mantap di Kabupaten Bandung sepanjang 1.125,53 kilometer atau 85,74 persen serta membangun 8 jembatan baru serta rehabilitasi 20 jembatan. 

"Insya Allah sekitar 14 persennya lagi, jalan-jalan yang kondisinya masih rusak akan kita selesaikan dalam 3 tahun," ungkap Kang DS, sapaan akrab Bupati Dadang Supriatna. 

Khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan, Kang DS berkomitmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun dalam tiga tahun anggaran guna menyelesaikan permasalahan jalan di Kabupaten Bandung. 

Komitmen Realisasikan Janji Politik

Guna merealisasikan janji politik Dadang Supriatna-Ali Syakieb, Kang DS menyebut pihaknya melakukan evaluasi mendalam terhadap konstruksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2026. 

Ia mengakui Pemkab Bandung dihadapkan pada tantangan fiskal yang cukup berat pada Tahun Anggaran 2026 ini, mengingat pemangkasan signifikan TKD yang mencapai hampir Rp 1 triliun.

Penurunan alokasi TKD dari awalnya Rp 3,6 triliun menjadi hanya Rp 2,6 triliun atau terdapat penurunan sebesar Rp 1 triliun, diakui Kang DS menjadi hambatan besar dalam merealisasikan belanja visi-misi.

Guna menyiasati selisih anggaran sebesar Rp 1 triliun, Pemkab Bandung akhirnya memilih melakukan efisiensi dengan pemangkasan besar-besaran terhadap belanja non-prioritas demi memastikan janji politik dan program-program strategis yang berpihak pada masyarakat tetap berjalan. 

"Kami melakukan efisiensi pada program yang tidak bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pengurangan perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak. Anggaran tersebut dialihkan untuk membiayai belanja visi-misi dan program yang dirasakan langsung masyarakat," ujar Kang DS. 

Saat ini Pemkab Bandung fokus untuk merealisasikan visi misi serta 57 rencana aksi yang menjadi janji politik pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb. 

"Saya dan Kang Ali Syakieb ini dipilih oleh rakyat. Artinya komitmen dan janji politik kami dengan rakyat harus dilaksanakan," tegas Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung itu. 

Ia memastikan program-program unggulan yang menjadi janji politiknya seperti insentif bagi 17 ribu guru ngaji, pinjaman modal bergulir tanpa bunga tanpa jaminan, Beasiswa ti Bupati (Besti), pembangunan infrastruktur jalan hingga perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) akan terus berjalan. 
    
Pada tahun pertama kepemimpinannya, Kang DS-Ali Syakieb telah menyelesaikan perbaikan 3.524 unit rutilahu. Sehingga total rutilahu yang telah diperbaiki dalam 4,5 tahun mencapai 32.851 unit rumah. 

"Di tahun pertama mengemban tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bandung Periode 2025-2030; dari 57 Rencana Aksi alhamdulillah sudah mencapai 74%," kata Bupati Kang DS.

"Hatur Nuhun untuk kekompakannya. Semoga menjadi amal ibadah dan terus semangat dalam melanjutkan roda pemerintahan Kabupaten Bandung," imbuhnya.

Pemkab Bandung juga tengah menggarap salah satu program strategis yang juga menjadi janji politik pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb yakni pembangunan Bandung Bedas Convention Center di wilayah Tegalluar, yang terkoneksi dengan stasiun Kereta Cepat Whoosh. 
 
"Saat ini baru memasuki tahap Detailed Engineering Design (DED) setelah sebelumnya menyelesaikan Feasibility Study (studi kelayakan). Fasilitas ini nantinya akan menjadi pusat pelayanan publik terpadu (MPP) untuk memecah konsentrasi pelayanan agar warga di wilayah timur lebih terlayani," tuturnya.
  
Di tengah kondisi fiskal daerah yang sangat berat akibat pemangkasan TKD, Kang DS dan Ali Syakieb pun tetap menunjukkan keberpihakan terhadap P3K Paruh Waktu Guru dan Tenaga Kependidikan. 

Tak hanya itu, selama setahun ini Bupati Dadang Supriatna dan Wabup Ali Syakieb juga berhasil menyukseskan berbagai program prioritas Presiden Prabowo terutama program MBG, Sekolah Rakyat hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sukses menjadi percontohan bagi daerah lain. 

"Alhamdulillah berbagai program yang kami jalankan, lebih dari 40 persen selaras dengan program yang dijalankan Presiden Prabowo dan Pemprov Jabar. Semoga apa yang telah kami berikan untuk masyarakat selama setahun ini bermanfaat dan berkah," ungkap Kang DS. (*)
 

Tombol Google News

Tags:

BUPATI BANDUNG DADANG SUPRIATNA wabup bandung bedas rencana aksi kang ds ali syakieb