KETIK, SURABAYA – Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga yang terdampak bencana di Kabupaten Agam ditargetkan akan selesai sebelum Ramadhan.
Penetapan target tersebut bertujuan agar masyarakat terdampak bisa segera menempati hunian yang aman, layak, dan nyaman agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Agam beserta instansi terkait terus mempercepat pembangunan huntara di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan Palembayan.
Di Kecamatan Palembayan, pembangunan huntara tersebar di tiga lokasi, yakni di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia sebanyak 117 unit, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia sebanyak 88 unit, serta Jorong Jajaran Tantaman Nagari Tigo Koto Silungkang sebanyak 52 unit.
"Kita berharap huntara ini dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadhan, agar masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam ini dapat menjalani ibadah di bulan Ramadhan dengan aman, nyaman serta tenang," ujar Tenaga Ahli Kepala BNPB PIC wilayah Kabupaten Agam, Enny Supartini, Jumat, 9 Januari 2026.
Target percepatan pembangunan ini sejalan dengan pernyataan Sekretaris Utama BNPB, Rustian, ketika melakukan evaluasi dan peninjauan pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Solok, serta saat pengesahan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat pada 6 hingga 8 Januari 2026 lalu.
Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa pembangunan huntara di seluruh wilayah terdampak harus dipercepat dan diselesaikan sebelum Ramadhan dimulai.
“Aspirasi masyarakat terus kami dengarkan, terutama harapan mereka untuk bisa hidup lebih aman dan optimis ke depan. Huntara tahap satu harus segera diselesaikan dan dipercepat proses pembangunannya, kami berharap sebelum bulan puasa semua warga sudah bisa menempati dan merasa nyaman di bangunan baru,” ujar Rustian.
BNPB secara berkala memantau progres pembangunan huntara agar dalam proses pelaksanaannya berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
Nantinya huntara akan dilengkapi fasilitas dasar berupa air bersih, sanitasi, dan jaringan listrik, serta dibangun sesuai standar teknis kebencanaan. Aspek kualitas dan keamanan bangunan tetap menjadi prioritas di tengah percepatan pembangunan.
Dalam pelaksanaannya, BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kabupaten Agam, Kodim, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP), Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur), Batalyon Zeni Konstruksi (Yon Zikon), Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi yang dilakukan lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan sehingga huntara bisa segera dihuni oleh warga terdampak.(*)
