KETIK, JOMBANG – Proyek Pasar Ploso Jombang kembali menjadi sorotan setelah insiden kanopi Pasar Ploso ambrol dua kali. Di tengah polemik tersebut, proses audit BPK Pasar Ploso juga tengah berjalan, menambah perhatian publik terhadap kualitas proyek tersebut.
Peristiwa kanopi Pasar Ploso ambruk yang terjadi untuk kedua kalinya membuat Inspektorat Jombang bergerak cepat. Insiden ini dinilai bukan sekadar faktor cuaca, tetapi juga menjadi bahan evaluasi serius terhadap pelaksanaan proyek pembangunan pasar.
Irban Bidang Pembangunan Inspektorat Jombang, Setiawan Afandi, mengungkapkan bahwa pada kejadian pertama, pihaknya sudah melakukan pengecekan langsung. Hasilnya, kontraktor Pasar Ploso telah menjalankan perbaikan sesuai rekomendasi.
“Perbaikan sudah dilakukan pada kejadian pertama. Namun sekarang ambrol lagi setelah terdampak angin puting beliung,” jelasnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Menyikapi kejadian kedua, Inspektorat Jombang kembali menegaskan bahwa tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak kontraktor. Pasalnya, proyek tersebut masih berada dalam masa pemeliharaan proyek Pasar Ploso, sehingga perbaikan wajib segera dilakukan.
“Karena masih masa pemeliharaan, maka harus segera diperbaiki,” tegas Setiawan menyoroti tanggung jawab kontraktor proyek Pasar Ploso, Jombang.
Di sisi lain, proyek ini juga tengah menjadi perhatian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Proses audit BPK Pasar Ploso Jombang bahkan sudah berjalan sejak Februari 2026, sebelum insiden ambrol kedua terjadi.
“Sejak Februari, BPK sudah meminta dokumen terkait proyek Pasar Ploso. Bahkan sebelum kejadian ambrol kedua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang Anjik Eko Saputro, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan monitoring di Pasar Ploso, pasca insiden ambruknya neon box dan atap.
"Ini saya sedang lakukan pengecekan lokasi di Pasar Ploso Jombang," ujarnya singkat, Selasa, 31 Maret 2026.
Diberitakan sebelumnya, setelah kanopi teras ambruk, kini neon box dan kaca Pasar Ploso, Kabupaten Jombang rontok saat hujan deras disertai angin pada Senin, 30 Maret 2026.
Insiden di area akses keluar masuk pasar ini sempat memicu kekhawatiran warga dan pedagang Pasar Ploso, Kabupaten Jombang.
Peristiwa ambruknya neon box dan kaca Pasar Ploso, Jombang yang belum genap tiga bulan selesai dikerjakan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat cuaca ekstrem melanda wilayah setempat. Warga menyebut hujan deras dan angin kencang datang bersamaan sebelum material roboh.
“Sekitar pukul 15.00 WIB, waktu hujan deras dan angin. Tiba-tiba tulisan neon box Pasar Ploso sama kaca itu ambruk,” ujar Suwarno, warga setempat.
Saat kejadian, material neon box ambruk tepat di atas lorong masuk pasar dan langsung mengenai kabel listrik di bawahnya. Beruntung, kabel tersebut menahan jatuhnya material sehingga tidak mengenai pengunjung maupun pedagang.
“Ambruknya kena kabel listrik. Untung ada kabel itu, jadi tidak sampai mengenai orang,” tuturnya. (*)
