Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar 14 Hari, Polres Batu Fokus Tertibkan Lalu Lintas

2 Februari 2026 12:16 2 Feb 2026 12:16

Thumbnail Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar 14 Hari, Polres Batu Fokus Tertibkan Lalu Lintas

Pasukan Gabungan yang mengikuti apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar Mapolres Kota Batu. (Foto: Humas Polres Batu)

KETIK, BATU – Selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, jajaran Polda Jawa Timur menggelar Operasi Keselamatan Semeru sebagai langkah awal pengamanan lalu lintas menjelang Operasi Ketupat Semeru Idulfitri 1447 Hijriah. 

Di Kota Batu, kesiapan pelaksanaan operasi tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang digelar Polres Batu di Lapangan Apel Polres Batu, pada Senin, 2 Januari 2026.

Apel dipimpin Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, dan diikuti personel Polres Batu bersama unsur instansi terkait. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026 yang mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026”.

Dalam apel tersebut, Kompol Anton Widodo membacakan amanat Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Kapolda menegaskan bahwa apel gelar pasukan tidak bersifat seremonial semata, melainkan momentum strategis untuk melakukan pengecekan akhir terhadap kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta memperkuat soliditas dan sinergi lintas sektor.

Kapolda Jawa Timur juga menyoroti persoalan lalu lintas yang semakin kompleks dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, 51 korban luka berat, dan 803 korban luka ringan.

“Data tersebut menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama,” demikian amanat Kapolda yang dibacakan Wakapolres Batu.

Tingginya angka kecelakaan tersebut, lanjutnya, berkorelasi dengan maraknya pelanggaran lalu lintas serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aturan keselamatan. Kondisi ini diperparah oleh perilaku pengemudi yang tidak disiplin dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal di jalan raya.

Sebagai langkah antisipasi, Polda Jawa Timur bersama jajaran menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama 14 hari. Operasi ini menjadi bagian dari upaya cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Semeru Idulfitri 1447 Hijriah agar potensi gangguan lalu lintas dapat diminimalkan sejak dini.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 melibatkan total 5.020 personel, terdiri atas 395 personel Satgas Polda dan 4.625 personel dari satuan wilayah jajaran. Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui strategi preemtif, preventif, dan represif.

Pada aspek preemtif, Polri memaksimalkan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan, termasuk kepada pengusaha otobus terkait penerapan sistem manajemen keselamatan. Kampanye tertib berlalu lintas juga digencarkan melalui media cetak, elektronik, dan media sosial.

Langkah preventif dilakukan melalui ramp check terpadu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan serta kesehatan pengemudi, termasuk tes urine di terminal dan pool bus.

Kendaraan yang dinyatakan laik jalan akan ditempel stiker sebagai penanda jaminan keselamatan bagi penumpang. Patroli juga ditingkatkan di titik rawan kecelakaan (blackspot) dan rawan kemacetan (troublespot).

Sementara pada tahap represif, penegakan hukum difokuskan pada pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas, seperti over dimension over loading (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm berstandar SNI, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

Penindakan turut dioptimalkan melalui pemanfaatan sistem ETLE guna menjamin penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Usai apel, Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung penuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

“Operasi ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026. Seluruh personel diharapkan melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan, termasuk faktor cuaca.

“Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja kolektif bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi, jaga kesehatan serta keselamatan selama bertugas, dan niatkan setiap pengabdian sebagai nilai ibadah,” pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

Operasi Keselamatan Semeru Polres Batu Kota Batu Wakapolres Batu