KETIK, PACITAN – Ramadan 1447 H menghadirkan suasana berbeda di RSUD dr. Darsono Pacitan, Kamis, 5 Maret 2026 sore.
Jika biasanya pembagian takjil identik dengan keramaian di pinggir jalan, kali ini justru berlangsung di lorong rumah sakit.
Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan ditemani pihak RSUD dr. Darsono Pacitan menyusuri Ruang Bugenvil dan Mawar B.
Di tangan mereka terdapat paket takjil dan makanan berbuka yang dibagikan langsung kepada ratusan para penunggu pasien.
Aksi berbagi tersebut menjadi kejutan tersendiri bagi keluarga pasien yang sudah berhari-hari setia menjaga anggota keluarganya menjalani perawatan.
Alhasil, tanpa perlu meninggalkan ruang perawatan, mereka bisa langsung menerima hidangan berbuka.
Beberapa penunggu pasien tampak tersenyum lebar dan mengaku sangat terbantu dengan kegiatan tersebut.
"Matursuwun," ucap singkat Lulut Estiani yang tengah menunggu keluarganya sakit di Lorong Gedung Bugenvil.
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga pasien yang harus berada di rumah sakit sepanjang hari.
Menurutnya, banyak penunggu pasien yang tidak sempat keluar untuk mencari makanan berbuka karena harus tetap berada di samping keluarga yang sedang dirawat.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapan kami sinergi ini tetap berlangsung, pasien di sini juga semakin mendapatkan pelayanan terbaik," katanya.
Penuh senyum Kepala Dinkes Pacitan bersama pihak RSUD dr. Darsono Pacitan membagikan paket takjil kepada penunggu pasien di Ruang Perawatan, Kamis, 5 Maret 2026, sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga pasien yang menjalani Ramadan di rumah sakit. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)
Sementara itu, Kepala Dinkes Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menjelaskan bahwa ratusan paket takjil disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Seluruh paket berasal dari donasi para pegawai di lingkungan Dinkes Pacitan.
"Takjil ini hasil dari donasi teman-teman karyawan dan karyawati Dinas Kesehatan yang kemudian kita distribusikan kepada penunggu pasien," kata dr. Daru Mustikoaji.
Ia menambahkan, kegiatan berbagi ini merupakan agenda rutin tahunan selama Ramadan.
Selain pembagian takjil, pihaknya juga menggelar pentasarufan bagi anak yatim dan dhuafa yang dilanjutkan dengan buka bersama keluarga besar Dinkes dan puskesmas.
Menurutnya, berbagi di rumah sakit memiliki makna tersendiri karena banyak keluarga pasien yang tengah berada dalam situasi sulit.
"Mungkin yang kita bagikan tidak seberapa, tapi semoga bisa bermanfaat untuk berbuka puasa dan menjadi bagian dari ibadah kita di bulan Ramadan," pungkasnya.(*)
