Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Potret Toleransi Kuat dan Gerak Ekonomi di Kota Malang

7 Februari 2026 21:29 7 Feb 2026 21:29

Thumbnail Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Potret Toleransi Kuat dan Gerak Ekonomi di Kota Malang

Agoes Basoeki, Ketua PHRI Kota Malang, mengapresiasi Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menegaskan bahwa gelaran akbar Mujahadah Kubro 1 Abad NU merupakan tanggung jawab bersama. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat citra Kota Malang sebagai daerah yang kondusif, saling menghargai, dan maju bersama.

"Event ini bagi PHRI adalah suatu kolaborasi yang merupakan tanggung jawab bersama untuk ciptakan Kota Malang betul-betul kota yang kondusif, kota yang betul-betul saling menghargai, menghormati, dan memajukan bersama," ungkap Agoes Basoeki, Sabtu, 7 Februari 2026.

PHRI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah. Hal ini dilakukan demi memastikan setiap tamu membawa kesan positif setelah berkunjung ke Kota Malang.

"Kami selaku asosiasi sudah komitmen bagaimana memberikan yang sesuai dengan tugas kita masing-masing, kalau kami di pihak akomodasi dan usaha kuliner ya memberikan pelayanan yang terbaik untuk para tamu, para jemaah agar mereka betul-betul terkesan dan puas," tutur salah satu Manager The Shalimar Boutique Hotel Malang tersebut.

Agoes menambahkan bahwa kesuksesan acara ini akan berdampak panjang bagi sektor pariwisata daerah.

"Harapannya tentunya Kota Malang betul-betul kota idaman, indah, nyaman, kota yang memang sejuk dan akrab," ucap Agoes Basoeki penuh harapan.

"Kalau sudah sukses berarti berkaitan dengan pariwisata akan menuai hasil yang bagus, mereka akan kembali lagi, Kota Malang indah, ramah, aman, itu yang ingin kami ciptakan," imbuhnya.

Selain berdampak pada ekonomi masyarakat, Mujahadah Kubro ini juga menjadi panggung nyata penguatan toleransi antarumat beragama. Beberapa gereja di sekitar lokasi bahkan menyesuaikan jadwal ibadah demi memberikan ruang bagi jemaah Nahdliyyin.

"Adanya event ini kalau kita tahu, ada yang selain umat Islam, ibadahnya ditunda, tempatnya dijadikan untuk parkir, itu menjadi suatu toleransi agama yang kuat, ini yang kita tanam," ujarnya.

Mengingat banyaknya tokoh nasional yang hadir, mulai dari jajaran kabinet hingga kepala negara, koordinasi lintas sektor termasuk dengan aparat keamanan menjadi kunci utama.

"Saat ini, Malang tempat berkumpul orang-orang penting di Indonesia, mulai presiden dan menteri-menteri, sampai pejabat daerah, termasuk tentara polisi, hari ini dan besok," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

PHRI Kota Malang agoes basoeki Mujahadah Kubro 1 Abad NU Kota Malang 1 abad nu Mujahadah Kubro satu abad nu nu malang