Mau Tahu Sisi Lain Kota Batu? Ikutan Heritage Walking Tour Ini dan Temukan Jejak Sejarahnya

19 Januari 2026 20:08 19 Jan 2026 20:08

Thumbnail Mau Tahu Sisi Lain Kota Batu? Ikutan Heritage Walking Tour Ini dan Temukan Jejak Sejarahnya

Heritage Walking Tour: Jejak Hindia Belanda di Kota Batu, yang diinisiasi oleh Mandala Kreatif Nusantara, Dewan Kesenian Kota Batu, Batu Creative Hub, Jelajah Kampung, serta Indonesia Creative Cities Network (ICCN). (Foto: Komite Ekraf Kota Batu)

KETIK, BATU – Perpaduan wisata sejarah dan keindahan alam bertajuk “Heritage Walking Tour: Jejak Hindia Belanda di Kota Batu” dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026. Acara ini mengajak masyarakat menelusuri jejak sejarah dengan cara yang berbeda.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Batu, Muhammad Anwar, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar wisata sejarah, melainkan medium edukasi publik untuk memahami jejak peradaban Kota Batu dari masa ke masa.

Heritage walking tour ini kami rancang sebagai ruang belajar bersama, di mana masyarakat diajak menelusuri arsitektur kolonial dan bentang alam Kota Batu yang memiliki peran penting dalam sejarah Jawa Timur,” ujar Muhammad Anwar, Senin, 19 Januari 2026.

Kegiatan ini dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di Kopi Lorong, kawasan Alun-alun Kota Batu. Masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis dengan melakukan pendaftaran melalui nomor WhatsApp 0895-6344-98686.

Menurut Anwar, program heritage walking tour merupakan bagian dari inisiatif besar bertajuk “Jelajah Pusaka Nusantara”. Menempatkan sejarah dan warisan budaya sebagai fondasi utama pembangunan kota kreatif.

Inisiatif ini digerakkan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Mandala Kreatif Nusantara, Dewan Kesenian Kota Batu, Batu Creative Hub, Jelajah Kampung, serta Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

“Inisiatif ini kami mulai sebagai proyek percontohan menuju pengembangan paket usaha wisata pusaka yang berkelanjutan dari Kota Batu. Fokusnya bukan hanya jalan-jalan, tetapi bagaimana sejarah bisa diolah menjadi pengalaman dan nilai ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan kegiatan dirancang dengan konsep experience journey dan co-creation. Rute perjalanan bersifat dinamis dan disusun bersama peserta. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang inklusif sekaligus menghadirkan perspektif baru dalam menikmati Kota Batu.

“Peserta akan diajak melihat Kota Batu dari sisi yang berbeda. Tidak hanya bangunan bersejarah, tetapi juga topografi pegunungan yang turut membentuk perjalanan panjang peradaban di wilayah ini,” kata Anwar.

Melalui konsep living museum, peninggalan sejarah yang selama ini bersifat statis dihidupkan kembali melalui narasi dan story telling yang relevan dengan perkembangan industri kreatif masa kini. 

Anwar menegaskan, aktivasi ini membawa misi jangka panjang untuk memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota kreatif yang berakar pada budaya dan sejarah.

“Kami ingin Kota Batu dikenal tidak hanya sebagai kota wisata modern, tetapi juga sebagai kota kreatif yang memiliki DNA kuat dari jejak kerajaan Nusantara, era kolonial, hingga masa kemerdekaan,” pungkasnya.

Heritage walking tour ini diharapkan menjadi pemantik keterlibatan publik dalam gerakan pemajuan kebudayaan, sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis warisan pusaka yang berdampak secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat Kota Batu. (*)

Tombol Google News

Tags:

Komite Ekraf Kota Batu Heritage Walking Tour Kota Batu wisata sejarah kota batu Sejarah Kota Batu Hindia Belanda