Maknai Peringatan Isra’ Mikraj 1447 H,  Gubernur Khofifah Ajak Tingkatkan Disiplin Iman dan Taqwa

16 Januari 2026 15:05 16 Jan 2026 15:05

Thumbnail Maknai Peringatan Isra’ Mikraj 1447 H,  Gubernur Khofifah Ajak Tingkatkan Disiplin Iman dan Taqwa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H sebagai momentum spiritual meningkatkan kedisiplinan ibadah sekaligus keimanan dan ketaqwaan yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

"Dari Isra' Mikraj inilah lahir perintah shalat lima waktu. Bayangkan, Rasulullah dipanggil langsung ke langit ke tujuh untuk menerima perintah ini. Maka, yang pertama-tama harus kita perbaiki dalam momentum ini adalah disiplin shalat kita," urai Gubernur Khofifah di sela-sela kegiatannya di Surabaya, Jumat, 16 Januari 2026.

Peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang sarat makna diyakini mengandung pesan mendalam tentang kehidupan sosial. Di mana, ritual keagamaan tidak akan membawa dampak besar tanpa diikuti pemaknaan yang lebih substantif.

"Disiplin shalat mengajarkan kita untuk menghargai waktu, bertanggung jawab, dan tertib dalam menjalankan peran sosial. Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi, nilai disiplin ini justru semakin penting. Sehingga, disiplin moral dalam salah mencerminkan kejujuran dan sifat amanah yang dimiliki seseorang," lanjut Gubernur Khofifah.

Ia menekankan, Isra' Mi'raj merupakan ujian keimanan. Mengingat, kisah perjalanan yang melampaui nalar manusia kala itu menimbulkan beragam respons sehingga membutuhkan sikap dewasa dalam mengimaninya.

“Keimanan yang matang akan melahirkan sikap saling menghargai. Orang yang beriman tidak mudah menghakimi atau merendahkan pihak lain. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, iman seharusnya menjadi sumber ketenangan, bukan pemicu konflik,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial RI itu menerangkan, hubungan dengan Tuhan tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab terhadap manusia. Ketakwaan harus berdampak pada kepekaan sosial yang kemudian melahirkan perilaku saleh sehari-hari, termasuk sikap adil, jujur, dan empati terhadap sesama. 

Tak kalah penting, Isra' Mi'raj mengajarkan nilai kebersamaan tanpa diskriminasi. Ini terlihat dari praktik salat berjamaah yang mencerminkan persatuan dan kesetaraan.

"Dalam shaf shalat, semua berdiri sejajar. Di mana tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Ini pesan kuat bahwa kebersamaan bukan berarti menyeragamkan, tetapi menyatukan langkah untuk tujuan yang lebih besar. Jadi dalam shalat, ada nilai Bhinneka Tunggal Ika yang kita amalkan," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Peringatan Isra’ Mikraj 1447 H Gubernur Jawa Timur Isra Miraj Gubernur Khofifah shalat