KETIK, GRESIK – Expo Program Kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) sukses digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pameran sekaligus presentasi hasil pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKN di wilayah Kecamatan Sidayu.
Expo tersebut diikuti seluruh mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR Kecamatan Sidayu dan dihadiri para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta jajaran pimpinan dan pemangku kepentingan setempat.
Hadir dalam kegiatan ini Camat Sidayu, Sekretaris Kecamatan, Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesra) beserta staf, Kapolsek Sidayu, Danramil 0817/12 Sidayu, Kepala UPT Puskesmas Sidayu, serta 27 kepala desa se-Kecamatan Sidayu.
Melalui berbagai stan pameran, mahasiswa menampilkan program kerja unggulan dari masing-masing desa binaan. Inovasi yang dipresentasikan berfokus pada isu kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Sejumlah program unggulan menarik perhatian pengunjung, di antaranya BIO-MAGGOT di Desa Wadeng yang mengolah sampah organik berbasis maggot, SERASI di Desa Asempapak berupa sprei anti nyamuk berbahan serai, serta produk minuman fermentasi kombucha dari Desa Bunderan.
Sementara itu, Desa Gedangan menampilkan program PETARUNG Gedangan melalui penomoran rumah warga.
Inovasi edukatif juga ditampilkan Desa Golokan dan Desa Sambipondok melalui board game edukasi tentang pubertas dan stunting. Selain itu, berbagai produk pangan dan lingkungan turut dipamerkan, seperti pudding kelor dari Desa Kertosono, pupuk kalsium EGGOCAL dari cangkang telur di Desa Lasem, teh bunga telang dari Desa Mojoasem, serta lilin berbahan minyak jelantah dari Desa Mriyunan dan Desa Pengulu.
Camat Sidayu bersama Forkopincam saat menerima mahasiswa KKN /BBK 7 Unair dan sosialisasi ke masyarakat. (Foto : Dok. KKN for ketik.com)
Tak kalah menarik, Desa Ngawen memamerkan NutriShell, pakan ternak berbahan dasar kerang. Desa Purwodadi menghadirkan LIMPIK berupa pupuk cair dari limbah, Desa Randuboto dengan teh daun kelor, Desa Sedagaran melalui produk nugget bandeng, Desa Racikulon dengan abon nila, serta Desa Racitengah yang menampilkan Sambel Gemah Ripah berbahan ikan bandeng.
Program berbasis tata ruang dan gizi masyarakat juga turut ditampilkan, seperti vertikultur dari Desa Sidomulyo, miniatur Desa Srowo, serta program MPASI Lima Bintang berbahan pangan lokal dari Desa Sukorejo.
Camat Sidayu, Suwartono, A.P., M.Si., dalam sambutannya mengapresiasi dedikasi dan kreativitas mahasiswa KKN UNAIR. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan desa berbasis kebutuhan dan potensi lokal.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN BBK 7, Rayyan Basuni, menyampaikan bahwa Expo KKN menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus ruang berbagi praktik baik antar desa. “Kami berharap program yang telah dijalankan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Expo KKN BBK 7 Kecamatan Sidayu ini tidak hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan KKN, tetapi juga mencerminkan sinergi antara Universitas Airlangga dan Pemerintah Kecamatan Sidayu dalam mendorong terwujudnya desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. (*)
