Libur Nataru 2025, Perpustakaan Daerah Lebak Jadi Destinasi Edukatif, Kunjungan Capai 340 Orang

2 Januari 2026 13:12 2 Jan 2026 13:12

Thumbnail Libur Nataru 2025, Perpustakaan Daerah Lebak Jadi Destinasi Edukatif, Kunjungan Capai 340 Orang
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Eka Prasetiawan saat diwawancarai oleh ketik.com diruang kerjanya. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com)

KETIK, LEBAK – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mencatat peningkatan kunjungan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Perpustakaan Daerah Lebak menjadi salah satu destinasi edukatif yang banyak dikunjungi, terutama oleh pelajar dan masyarakat umum.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Eka Prasetiawan, menyebut selama libur sekolah, khususnya pada Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung mencapai sekitar 340 orang.

“Alhamdulillah, selama libur Natal dan Tahun Baru kami tetap membuka layanan perpustakaan bagi anak-anak sekolah maupun masyarakat umum. Kunjungan cukup tinggi, terutama pada akhir pekan,” ujar Eka Prasetiawan saat diwawancarai oleh Ketik.com di ruang kerjanya, Jumat, 2 Desember 2025. 

Ia menjelaskan, Perpustakaan Daerah Lebak saat ini telah terintegrasi dengan Museum Multatuli, sehingga memberikan kemudahan bagi pengunjung museum untuk melanjutkan kunjungan ke perpustakaan. 

Lanjut Eka, Integrasi ini dapat mengisi waktu liburan masyarakat dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan bermanfaat.

“Pengunjung Museum Multatuli bisa langsung berkunjung ke perpustakaan. Ini menjadi upaya kami agar masyarakat, khususnya anak-anak, dapat mengisi liburan dengan kegiatan positif, tidak hanya bermain gadget, tetapi juga membaca dan menambah wawasan,” jelasnya.

Menurut Eka, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang belajar dan rekreasi edukatif bagi masyarakat. Tingginya kunjungan selama libur panjang ini menjadi indikator meningkatnya minat baca dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi.

“Harapan kami, budaya membaca terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama di kalangan pelajar,” katanya.

Sementara itu, tingginya kunjungan tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga dari luar daerah. 

Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Serang, Iroh, mengaku sengaja datang ke Kabupaten Lebak untuk mengunjungi Perpustakaan Daerah Lebak dan Museum Multatuli.

“Saya datang dari Serang menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Rangkasbitung. Dari stasiun langsung naik ojek menuju perpustakaan dan Museum Multatuli,” kata Iroh ketika ditemui oleh Ketik.com.

Ia mengungkapkan, kunjungan tersebut bertujuan untuk mengenal lebih dekat sejarah Kabupaten Lebak sekaligus melihat perkembangan dan wajah Kota Rangkasbitung sebagai ibu kota kabupaten.

“Saya ingin mengetahui sejarah Kabupaten Lebak dan melihat langsung kondisi kotanya,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak Eka Prasetiawan budayakan membaca kunjungan Nataru ketik.com