KIP Menembus Batas #2 (Kaleidoskop 2025)

Langkah Berani Gubernur Jatim Khofifah Misi Dagang ke Mancanegara! Pintu Ekspor Terbuka, Hasilnya Tak Terduga

16 Desember 2025 13:23 16 Des 2025 13:23

Thumbnail Langkah Berani Gubernur Jatim Khofifah Misi Dagang ke Mancanegara! Pintu Ekspor Terbuka, Hasilnya Tak Terduga

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) di sela forum misi dagang di Singapura, 13 November 2025. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Selama 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menggelar 10 kali misi dagang domestik dengan nilai komitmen transaksi Rp13,91 triliun.

Tak hanya domestik, di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, program misi dagang ke luar negeri.

Tujuannya sama, yakni memperkuat daya saing, Jatim juga aktif menggarap pasar internasional.

Pada tahun ini, negara mitra yang menjadi sasaran adalah Singapura.

Sedangkan, pada 2022-2024, total enam negara sudah pernah dilakukan forum misi dagang.

Rinciannya, misi dagang 2022 di Riyadh (Arab Saudi) dan Kuala Lumpur (Malaysia), lalu pada 2023 di Dili (Tomor Leste) da Hong Kong, serta 2024 di Osaka (Jepang). 

Tahun ini, Gubernur Khofifah memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi atau East Java Trade and Investment Forum 2025 antara Provinsi Jatim dan Singapura di KBRI, 7 Chatsworth Road pada Kamis, 13 November 2025.

Forum tersebut mencatat hasil gemilang. Total transaksi mencapai lebih dari Rp4,163 triliun dari 21 jenis kesepakatan yang terjalin sekaligus menjadi misi dagang luar negeri tertinggi sejak 2022.

Sebagai informasi, neraca perdagangan Jatim–Singapura pada periode Januari hingga Agustus 2025 tercatat surplus 379,19 juta dolar AS. Nilai ekspor nonmigas Jatim mencapai 845,53 juta dolar AS, sementara impornya sebesar 466,34 juta dolar AS.

Pada misi dagang kali ini diikuti 31 pelaku usaha dari Jawa Timur. Sedangkan, dari Singapura diikuti oleh 60 pelaku usaha.

Beberapa potensi komoditi yang  ditransaksikan pada misi dagang kali ini antara lain dari produk pertanian seperti aneka keripik, gula aren, minuman herbal, coklat, rempah-rempah, beras porang, tembakau, rokok, kopi, buah (frozen dan puree), tepung, gula kristal rafinasi, bumbu penyedap, edamame, mukimame, ubi, terong, edatsuki, okra, goya dan buncis.

Kemudian dari produk perikanan antara lain ikan kaleng, ikan segar, ikan beku, dan olahan ikan.  Produk peternakan yaitu DOC layer. 

Dan, dari multi produk seperti sepeda, bioteknologi, rumput laut, bubuk agar, parfum, skin care, kertas toilet, tisu, aplikasi layanan digital, fashion ecoprint, kemasan rokok, perdagangan karbon.

Di sisi lain, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menjelaskan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang solid tidak hanya ditopang oleh sektor industri dan perdagangan, tetapi juga oleh kekuatan sektor riil berbasis sumber daya alam.

Salah satunya potensi besar pada sektor agro, yang mencakup pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.  

"Potensi besar inilah yang menempatkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai mitra internasional, termasuk Singapura," ucapnya.

Sebagai informasi, peningkatan kinerja ekonomi juga tercermin dari tumbuhnya kinerja ekspor. Jawa Timur berperan signifikan terhadap kinerja ekspor nasional dengan kontribusi sebesar 10,58 persen pada Januari hingga September 2025 dan menempati urutan kedua sebagai provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap kinerja ekspor Nasional.

Lebih lanjut, nilai ekspor Jawa Timur pada periode tersebut mencapai 22,91 miliar dolar AS, dengan ekspor nonmigas sebesar 22,45 miliar dolar AS.

Ekspor nonmigas tercatat masih menjadi kontributor utama terhadap total kinerja ekspor, bahkan mencapai 97,98 persen dari total ekspor Jatim pada September 2025. 

Oleh karena itu, berbagai upaya dan stimulus untuk meningkatkan kinerja ekspor nonmigas menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Komoditas unggulan ekspor Jawa Timur ke Singapura meliputi perhiasan/permata, tembakau, berbagai produk kimia, mesin/ pesawat mekanik, mesin/peralatan listrik, kakao/coklat, produk industri farmasi, ikan dan udang, kayu, barang dari kayu serta kertas/karton.

Sementara itu, komoditas impor Jawa Timur dari Singapura yaitu perhiasan/permata, plastik/ barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, produk industri farmasi, mesin/pesawat mekanik, minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian, sabun dan preparat pembersih, timah, serta berbagai makanan olahan.

Gubernur Khofifah menyebut hubungan dagang antara Jawa Timur dan Singapura memiliki potensi besar untuk terus ditingkatkan seiring terbukanya informasi serta peluang pasar yang dapat dieksplorasi secara lebih luas melalui berbagai media.

Bagi pelaku usaha, kondisi ini tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan akibat semakin ketatnya persaingan.

Pada kesempatan sama juga dilakukan penandatanganan 4 komitmen transaksi perdagangan antara pelaku usaha Jatim dengan pelaku usaha Singapura yang disaksikan oleh Gubernur Khofifah.

Rinciannya yaitu CV. Miracle Agro Spices dengan Openwave Computing Singapore Pte. Ltd., Mitra Tani dengan Dio Yago Trading, PT. Pratama Spices Indonesia dengan Whizmeal Pte. Ltd., PT. Charoen Pokphand Jaya Farm dengan N&N Agriculture Pte Ltd.

Sementara itu, Kinerja ekonomi Jawa Timur sendiri tetap solid. Pada Triwulan II-2025, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat 5,23 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen dengan total nilai PDRB ADHB pada semester I-2025 mencapai Rp1.668,6 triliun. 

Kontribusi Jatim mencapai 14,44 persen PDB nasional dan 25,36 persen PDRB Pulau Jawa.

Dari sisi perdagangan, Jatim membukukan surplus Rp120,61 triliun pada semester I-2025, setelah pada tahun 2024 membukukan surplus Rp187,93 triliun dari total ekspor-impor dalam dan luar negeri.

Berikutnya, pada Triwulan III-2025, pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,04 persen, dengan total PDRB ADHB mencapai Rp867,39 triliun.

Kontribusi Jatim mencapai 14,54 persen PDB nasional dan 25,65 persen PDRB Pulau Jawa.

Surplus perdagangan tercatat Rp178,74 triliun pada triwulan III-2025, sementara pada perdagangan antarwilayah nasional 2023, Jatim mencatat surplus terbesar senilai Rp209 triliun. 

Adapun, struktur perekonomian Jawa Timur masih didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu sektor industri pengolahan (31,16 persen), perdagangan (18,31 persen), dan Pertanian (11,98 persen).

Capaian ini tentunya tidak terlepas dari sinergi, kolaborasi, serta berbagai langkah strategis yang dilakukan oleh seluruh pihak. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah misi dagang menembus batas Gubernur Jatim Gubernur Khofifah