WADUH! Atap Teras Pasar Ploso Jombang Ambruk, DPRD Pertanyakan Akuntabilitas Anggaran Rp3,9 M

18 Maret 2026 12:44 18 Mar 2026 12:44

Thumbnail WADUH! Atap Teras Pasar Ploso Jombang Ambruk, DPRD Pertanyakan Akuntabilitas Anggaran Rp3,9 M

Atap teras Paser Ploso Jombang yang ambruk pada Rabu, 18 MAret 2026 dini hari. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Ambruknya kanopi bagian depan Pasar Ploso memicu sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Jombang. Bangunan yang belum genap tiga bulan pascarehabilitasi itu roboh pada Rabu,18 Maret 2026 sekitar pukul 01.30 WIB.

Proyek revitalisasi Pasar Ploso diketahui menelan anggaran Rp3,9 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Jawa Timur tahun 2025. Insiden ini pun menimbulkan pertanyaan serius soal kualitas perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan proyek infrastruktur daerah.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ama Siswanto, menegaskan peristiwa tersebut bukan sekadar musibah biasa.

“Yang dirugikan adalah masyarakat, terutama para pedagang Pasar Ploso Jombang. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kalau sampai ada korban, kontraktor bisa dituntut pidana,” tegasnya.

Menurut Ama, runtuhnya kanopi sepanjang lebih dari 15 meter itu membuka dugaan persoalan mendasar, mulai dari standar keselamatan konstruksi, akuntabilitas penggunaan anggaran publik, hingga kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam proyek tersebut.

Ia bahkan secara terbuka mempertanyakan kapasitas Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang dalam menangani proyek pasar.

“Kami rasa Disdagrin sudah tidak bisa dipercaya lagi untuk melaksanakan proyek-proyek pasar. Lebih baik diserahkan ke dinas teknis yang lebih kompeten,” ujarnya.

Ama mencontohkan penataan Pasar Perak Jombang yang dinilai tidak membawa dampak positif bagi pedagang setelah direhabilitasi.

“Bukannya semakin baik, justru makin sepi. Artinya tidak ada visi ke depan untuk memajukan pedagang,” imbuhnya.

Ama mendesak agar penyebab runtuhnya kanopi atau atap teras bangunan pasar Ploso Jombang tersebut diusut melalui investigasi teknis yang menyeluruh dan independen. 

Ia juga meminta aparat penegak hukum bergerak cepat agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, berdasarkan informasi di lapangan, kanopi di sisi depan Pasar Ploso terlepas dari rangka penyangga dan jatuh ke lantai area pasar. Bagian yang runtuh bermula dari tengah, lalu merembet ke sisi utara bangunan.

Sejumlah material dilaporkan mengenai kabel di sekitar lokasi. Dua sepeda motor yang terparkir di area tersebut juga tertimpa reruntuhan. Beruntung, saat kejadian kondisi pasar masih relatif sepi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagrin Jombang, Purwanto, menyatakan pihaknya bersama inspektorat telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Secara teknis sudah kami koordinasikan dengan pelaksana. Hari ini dilakukan pembersihan dan perbaikan. Kami minta kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Ia menegaskan proyek revitalisasi Pasar Ploso masih dalam masa pemeliharaan sehingga tanggung jawab perbaikan berada di pihak kontraktor, yakni CV Panama asal Sampang. Purwanto juga mengingatkan potensi risiko pada bagian bangunan lain.

“Sebelah utara saja bisa ambruk tanpa angin atau hujan. Kami khawatir sisi selatan berpotensi sama, sehingga harus segera diperiksa dan diperkuat,” tuturnya.

Revitalisasi Pasar Ploso Jombang yang dibiayai BKK Pemprov Jawa Timur 2025 ini kini menjadi perhatian publik. DPRD mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek infrastruktur daerah agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak merugikan pedagang pasar maupun masyarakat luas. (*)

Tombol Google News

Tags:

Disdagrin Jombang pasar ploso jombang ploso jombang atap pasar ambruk atap pasar Ploso