KETIK, PACITAN – Selain proses evakuasi, serangkaian upaya kepolisian dilakukan untuk mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan di lereng Gunung Jinem, Dusun Krajan, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan, Sabtu, 3 Januari 2026.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, kerangka manusia tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
Petugas Satreskrim bersama Unit Inafis Polres Pacitan melakukan identifikasi awal dengan mengamati kondisi tulang belulang dan sisa pakaian yang masih melekat.
Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian.
Petugas mengambil tulang belulang yang tersangkut di ranting pohon satu per satu sebelum dikumpulkan di satu titik aman.
“Kondisi kerangka sudah tidak utuh. Beberapa tulang ditemukan terpisah dan sebagian tersangkut di ranting pohon,” ungkap Kapolsek Tulakan, Iptu Didik Puji Hartono.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat proses evakuasi sekaligus identifikasi berjalan cukup sulit.
Petugas harus memastikan seluruh bagian tulang belulang berhasil dikumpulkan agar tidak ada yang tertinggal di lokasi.
Selain memeriksa kondisi fisik kerangka, polisi juga mengumpulkan keterangan dari keluarga orang hilang di wilayah sekitar.
Berdasarkan ciri pakaian yang masih tersisa, korban diduga kuat merupakan Misdi (61), warga Dusun Duren, Desa Wonoanti, yang dilaporkan hilang sejak Rabu, 9 Juli 2025.
“Dari sisa pakaian yang ditemukan, korban mengenakan celana hitam. Hal tersebut sudah dikonfirmasi dan dibenarkan oleh pihak keluarga,” jelasnya.
Setelah seluruh bagian kerangka berhasil dievakuasi dan diidentifikasi, kerangka korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kepolisian menyebut dugaan sementara korban terjatuh dari atas bukit dan tidak tertolong karena medan yang terjal serta sulit dijangkau.(*)
