KETIK, BOJONEGORO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro bersama Perkumpulan Pamong Seni Budaya Bojonegoro (PPSBB) mengadakan Pantes Budal (Pentas Seni Budaya Lokal) Volume 2. Kegiatan seni budaya ini digelar di Taman Rajekwesi, Sabtu, 4 April 2026, malam.
PPSBB adalah organisasi profesi resmi yang menjadi wadah bagi para penggiat, pelestari, dan pembina seni budaya di Kabupaten Bojonegoro. Pada perkumpulan ini, terdapat berbagai kesenian dan budaya. Diantaranya tari thengul, tari srampat, tari kayangan api, tayub, oklik dan lainnya.
Sebelumnya, Pantes Budal volume 1 dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro dengan menghadirkan undangan spesial dari Format Music.
Saat Pentas pantes budal sangat antusias dihadapan pengunjung (Dok Diskominfo Pemkab Bojonegoro)
Pagelaran yang juga disiarkan secara live YouTube di chanel Pemkab Bojonegoro ini cukup menarik perhatian warga. Para penyuka seni dan budaya hadir secara offline di Taman Rajekwesi yang dengan nyaman menikmati pagelaran hingga usai.
Penampilan anak-anak juga mendapat apresiasi banyak pihak. Ketua PPSBB Mochamad Bekti dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Pendidikan yang telah memberikan kesempatan bagi para penggiat seni dan budaya di Bojonegoro.
“Alhamdulillah kami dipercaya untuk tampil pada Pantes Budal volume 2. Kami akan semaksimal mungkin melalui kesenian dan kebudayaan untuk mengangkat nama Kabupaten Bojonegoro yang lebih Bahagia, Makmur dan Membanggakan,” kata Bekti.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina menjelaskan, bahwa rencananya kegiatan Pantes Budal ini pada tahun 2026 akan dilaksanakan setiap dua pekan sekali di Sabtu malam.
Nantinya Pantes Budal akan keliling di wilayah Kabupaten Bojonegoro agar semua elemen masyarakat dapat menikmati penampilan seni dan budaya sekaligus menjaga kelestarian seni dan budaya dikalangan anak muda jaman sekarang.
“Kami atas nama Pemkab Bojonegoro selalu mensupport kegiatan kesenian dan kebudayaan yang kita miliki. Kelestariannya harus tetap dijaga dan dicintai agar seni dan budaya kita bisa terjaga hingga generasi mendatang,” kata Elza.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan PPSBB. Elza berharap dengan pengukuhan ini agar lembaga PPSBB mendapat semangat baru dalam pengelolaan pelestarian kebudayaan dan kesenian untuk menggali potensi yang ada.
Sejak pentas dimulai, berbagai seni tampil. Dimulai dengan Tari Srampat Thengul, Tari Thengul, Oklik Bojonegoro, Karawitan dari SD Kemamang dan SMPN 5 Bojonegoro, Tari Kayangan Api, Langen Beksan Tayub, dan pertunjukan Drama Enslikopedia Budaya Bojonegoro. (*)
