KETIK, CILACAP –
Keong macan (Babylonia spirata) merupakan primadona baru ekspor Indonesia. Meski di Indonesia keong yang memiliki cangkang bermotif loreng ini kurang populer, tapi di luar negeri peminatnya sangat banyak.
Salah satu sosok yang menangguk sukses dari bisnis ekspor keong macan adalah Supri Jaya. Pengusaha hasil laut dari Cilacap ini sukses dalam memasarkan keong macan ke luar negeri, bahkan sampai memiliki tiga gudang tempat produksi.
Supri baru sebulan menggeluti bisnis ekspor keong macan. Sebelumnya, ia memasarkan ikan layur dan ubur-ubur ke luar negeri.
“Dalam sehari, kami memproduksi empat sampai lima ton. Negara yang menjadi tujuan ekspor kami adalah Tiongkok,” tutur Supri, Selasa, 6 Januari 2026.
“Proses pengirimannya ada dua macam, dikirim dalam bentuk daging keong yang sudah dikupas dan dalam bentuk utuh, masih ada cangkangnya. Yang ukuran besar dikirim dengan cangkangnya, sementara yang berukuran kecil dikirim dagingnya,” ia menambahkan.
Dalam proses pengolahan produk untuk diekspor, Supri dibantu 70 orang pekerja. Mayoritas pekerjanya adalah ibu-ibu dari lingkungan sekitar.
“Ini upaya agar bisa bermanfaat, memberdayakan masyarakat sekitar, dan membantu ibu-ibu supaya punya penghasilan tambahan,” ucapnya.
Supri berharap, ke depannya usaha ekspor keong macan ini kian sukses. Pasalnya, ia ingin membantu mengurangi jumlah pengangguran dan menekan angka kemiskinan.
Supri pun membuat terobosan agar usaha ekspornya kian melejit. Ia mendatangkan calon pembeli dan membuat contoh produk.
“Ini upaya agar bisa menembus pangsa pasar, tidak hanya ke Tiongkok, tapi tembus hingga ke semua negara di Asia,” pungkas Supri. (*)
