Kenali Post-Holiday Blues, Perasaan Sedih yang Muncul saat Liburan Usai

5 Januari 2026 09:22 5 Jan 2026 09:22

Thumbnail Kenali Post-Holiday Blues, Perasaan Sedih yang Muncul saat Liburan Usai
Ilustrasi seseorang tampak murung saat kembali beraktivitas memasuki tahun 2026 setelah liburan usai. (Foto: Ilustrasi/Al)

KETIK, JAKARTA – Euforia perayaan Tahun Baru 2026 perlahan mereda. Aktivitas kerja, sekolah, dan rutinitas harian kembali berjalan seperti biasa. 

Namun, bagi sebagian orang, masa setelah Tahun Baru justru menjadi periode yang cukup berat secara emosional. 

Kondisi ini dikenal sebagai post-holiday blues.

Post-holiday blues sering muncul setelah libur panjang akhir tahun, termasuk libur Natal dan Tahun Baru. 

Perasaan sedih, malas, hingga kehilangan motivasi kerap dirasakan ketika harus kembali menghadapi jadwal padat dan tanggung jawab yang sempat ditinggalkan selama liburan.

Seseorang yang mengalaminya bisa merasakan penurunan suasana hati, stres, cemas, hingga tidak bersemangat saat kembali menjalani aktivitas sehari-hari. 

Dalam sejumlah penelitian, liburan terbukti mampu memulihkan energi dan meningkatkan motivasi. 

Meski demikian, efek tersebut tidak selalu bertahan lama bagi setiap orang.

Pada sebagian individu, berakhirnya liburan justru memicu rasa hampa. 

Peralihan dari suasana santai ke rutinitas kerja atau sekolah membuat tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beradaptasi. 

Akibatnya, muncul keluhan seperti sulit fokus, mudah lelah, hingga gangguan tidur.

Ciri-ciri Post-Holiday Blues

Gejala post-holiday blues dapat berbeda pada setiap orang.

Namun, secara umum kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih saat liburan berakhir, stres dan cemas ketika kembali beraktivitas, kehilangan motivasi dan fokus, insomnia, suasana hati memburuk, sering melamun, merasa kosong dan lelah, mudah marah serta frustrasi, hingga menurunnya rasa percaya diri.

Penyebab Post-Holiday Blues

Selama liburan, seseorang biasanya diselimuti berbagai pengalaman menyenangkan. 

Ketika liburan berakhir, momen tersebut ikut berlalu dan berganti dengan tuntutan rutinitas. 

Perubahan suasana yang mendadak ini dapat menimbulkan rasa sepi dan kosong.

Dalam kondisi tersebut, pikiran juga lebih rentan mengingat pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu. 

Hal inilah yang kemudian memicu munculnya rasa sedih, bad mood, bahkan gejala depresi ringan setelah liburan.

Para ahli menyebutkan bahwa post-holiday blues umumnya bersifat sementara dan berlangsung dalam hitungan hari. 

Meski demikian, kondisi ini tetap dapat memengaruhi produktivitas dan konsentrasi. 

Penting untuk memahami bahwa perasaan sedih setelah liburan adalah hal yang wajar dan bisa dialami siapa saja, sehingga tidak perlu merasa bersalah atau malu ketika mengalaminya.

Dengan mengenali gejala dan penyebabnya, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi masa transisi usai liburan dan perlahan kembali menyesuaikan diri dengan aktivitas sehari-hari.(*)

Tombol Google News

Tags:

kesehatan mental Post Holiday Blues liburan kesehatan Psikologi