KETIK, BREBES – Gelombang pengunduran diri melanda DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes. Sejumlah kader mendatangi kantor DPC PDIP Brebes untuk menyerahkan kartu tanda anggota (KTA) sebagai bentuk pernyataan mundur dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Hotel Patrajasa, Semarang, pada 28 Desember 2025 lalu. Para kader yang mundur menilai proses pemilihan ketua terpilih, Cahrudin, penuh kontroversi dan tidak memenuhi aspirasi mayoritas struktur di tingkat bawah.
Salah satu kader yang ikut undur diri, Dede Nur Erozi, Sekertaris PAC Kecamatan Bulakamba menegaskan keputusan itu diambil usai kecewa hasil Konfercab Semarang.
"Hari ini kami datang untuk menyerahkan KTA dan menyatakan sikap undur diri, ini kami lakukan karena kami kecewa kemarin Konfercab dari banyaknya usulan teman teman sejak 2 bulan yang lalu, nyatanya putusan tersebut bukan dari yang kita usulkan, malah orang lain orang lain yang dipilih," tegas Dede Nur Erozi, Sabtu 10 Januari 2025.
"Surat pernyataan bermaterai ini menguatkan sikap kami undur diri sejumlah kader mewakili PAC dan ranting Kecamatan Bulakamba dan Bumiayu," tutur Dede.
Dalam aksinya yang tidak ditemui oleh pengurus DPC PDI P Brebes, mereka menaruh KTA dan Surat Pernyataan serta sejumlah atribut partai di depan halaman lantaran kantor tutup.
Sebelumnya dari sejumlah kader partai PDI P lain juga sudah melakukan aksi undur diri, salah satunya Jamaludin dari perwakilan PAC Kecamatan Brebes.
Menanggapi gejolak ini, pihak internal DPC terpilih sebelumnya sempat menekankan pentingnya persatuan dan konsolidasi untuk menghadapi tantangan politik ke depan. Namun, pengunduran diri massal ini menunjukkan adanya keretakan signifikan di akar rumput pasca-berakhirnya era kepemimpinan Indra Kusuma yang telah menjabat selama 25 tahun. (*)
