Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk, Dugaan Markup dan Permainan Spek Menguat

20 Maret 2026 09:36 20 Mar 2026 09:36

Thumbnail Kanopi Pasar Ploso Jombang Ambruk, Dugaan Markup dan Permainan Spek Menguat

Atap teras kanopi Pasar Ploso Jombang ambruk. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Atap kanopi teras Pasar Ploso, Kabupaten Jombang, ambruk sepanjang kurang lebih 15 meter meski pengerjaannya belum genap tiga bulan selesai. Pihak kontraktor dari CV Panama Karya mengakui adanya kesalahan teknis dalam kejadian tersebut.

Insiden ini memicu dugaan adanya markup dan permainan spesifikasi teknis pada proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang yang menelan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Jawa Timur tahun 2025 sebesar Rp3,9 miliar. Hal ini diungkapkan oleh salah satu kontraktor di wilayah Jombang berinisial ALM.

Ia menilai, secara kasat mata terdapat indikasi kesalahan konstruksi pada pemasangan rangka atap kanopi tersebut. 

“Kalau melihat dari foto dan pola robohnya, itu seharusnya ada besi penahan yang ditanam di dalam tembok. Bukan hanya ditancapkan baut langsung ke dinding,” ujar ALM, Jumat, 20 Maret 2026.

Menurut ALM, dugaan salah konstruksi terlihat dari metode pemasangan rangka kanopi yang dinilai tidak memenuhi standar teknis. Dalam konstruksi kanopi bentang panjang, semestinya terdapat sistem angkur atau penanaman besi penahan di struktur utama bangunan untuk menopang beban tarik dan beban angin. 

“Kalau hanya dibaut ke dinding tanpa angkur tanam, risiko lepas sangat tinggi. Apalagi panjangnya sekitar 15 meter,” jelasnya.

Selain masalah konstruksi, ALM menyoroti spesifikasi material galvanis atau hollow yang diduga tidak sesuai standar ideal. Ia memperkirakan rangka yang digunakan berukuran 4x4 dengan ketebalan sekitar 0,03 cm. Padahal, untuk konstruksi bentang panjang, ketebalan minimal yang direkomendasikan adalah 0,05 cm. 

“Kalau benar 0,03, itu terlalu tipis untuk menopang beban jangka panjang. Idealnya minimal 0,05 supaya lebih kokoh,” tegas ALM.

Dugaan permainan spesifikasi ini berimplikasi langsung pada efisiensi biaya proyek. ALM memaparkan bahwa harga satu batang hollow galvanis ukuran 4x4 dengan panjang 6 meter di pasaran berkisar Rp200 ribu. Untuk bentang sekitar 15 meter, dibutuhkan sedikitnya tiga batang material utama. 

“Kalau dihitung kasar, selisih ketebalan saja sudah berpengaruh pada harga dan kualitas. Di situ biasanya potensi permainan bisa terjadi,” katanya.

Tak hanya Pasar Ploso, ALM menyebut proyek Pasar Tunggorono memiliki pola pengerjaan serupa. Ia menilai kedua proyek tersebut dikerjakan oleh pemborong yang sama atau berada dalam “satu frekuensi”. 

“Pasar Ploso dan Pasar Tunggorono satu frekuensi pemborongnya. Jadi spek galvalumnya hampir sama. Kalau ada permainan di satu proyek, biasanya polanya mirip,” ungkapnya.

Ambruknya kanopi yang baru selesai direhabilitasi tanpa adanya hujan deras atau angin kencang ini menambah daftar pertanyaan publik. Sejumlah kalangan menilai, jika dugaan pengurangan spesifikasi terbukti, persoalan ini bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan dapat masuk ke ranah hukum.

Direktur CV Panama Karya, Amal Fathulloh, mengakui adanya persoalan teknis dalam insiden tersebut. Namun, ia berkilah bahwa kondisi bangunan lama menjadi faktor yang memengaruhi kekuatan struktur. 

“Dinding lama Pasar Ploso itu banyak yang sudah tidak bagus, bahkan ada yang ‘loss’, sehingga pemasangan tidak bisa rapat dan kurang maksimal,” terangnya.

Amal memastikan pihaknya akan melakukan penguatan ulang pada titik tumpu kanopi agar kejadian serupa tidak terulang. 

“Ke depannya akan kami perkuat lagi pemasangannya,” tegasnya. 

Ia menambahkan bahwa perbaikan permanen akan dilakukan usai libur Lebaran 2026 karena kendala tenaga kerja.

“Perbaikan akan kami lakukan setelah Lebaran, kemungkinan hari Senin atau Selasa minggu depan. Saat ini masih menjadi tanggung jawab kami karena proyek Pasar Ploso Jombang masih dalam masa pemeliharaan,” jelasnya. 

Sebagai langkah sementara, kontraktor akan memasang penyangga tambahan untuk menjamin keamanan pedagang yang tetap beraktivitas di lokasi. 

“Untuk sementara akan kami beri penyangga dulu supaya pedagang tetap merasa aman,” pungkas Amal.(*)

Tombol Google News

Tags:

pasar ploso jombang berita jombang Disdagrin Jombang pemkab Jombang proyek pasar Pasar Tradisional Bantuan Keuangan