Banner #ketikmudik

KAI Daop 7 Soroti Dua Insiden Kereta Tertemper di Kediri dan Baron

Demi Keselamatan Mudik 2026, KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Jalur KA Adalah Area Steril

20 Maret 2026 13:13 20 Mar 2026 13:13

Thumbnail KAI Daop 7 Soroti Dua Insiden Kereta Tertemper di Kediri dan Baron

KAI bersama petugas gabungan saat mensosialisasikan kepada pengguna sebagai upaya menciptakan keselamatan perjalanan kereta api selama musim mudik lebaran 2026. (Foto: KAI)

KETIK, KEDIRI – Dua rangkaian kereta api (KA) angkutan Lebaran 2026 dilaporkan tertemper di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun. Insiden ini menjadi perhatian serius manajemen PT KAI di tengah meningkatnya mobilisasi masyarakat selama masa libur panjang Idulfitri.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas dua kejadian tertempernya Orang Tidak Dikenal (OTK) dan kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah operasional Daop 7 Madiun,” kata Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Jumat, 20 Maret 2026.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis 19 Maret 2026 di dua lokasi yang berbeda. Kejadian pertama melibatkan KA 408 (CL Dhoho) yang tertemper OTK di Km 184+800 petak Kediri – Ngadiluwih pada pukul 18.54 WIB. Masinis telah memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 berulang kali, namun tidak diindahkan sehingga kejadian tidak dapat dihindari. Peristiwa ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan KA selama 2 menit.

Kejadian kedua melibatkan KA 71 (Mutiara Selatan) yang tertemper sepeda motor di JPL 90 emplasemen Baron pada pukul 19.34 WIB. Kendaraan diketahui menerobos perlintasan yang palang pintunya sudah dalam kondisi tertutup. Akibat kejadian tersebut, perjalanan KA mengalami keterlambatan selama 11 menit.

“Dalam kedua kejadian tersebut, masinis telah menjalankan prosedur keselamatan dengan membunyikan semboyan 35 sebagai peringatan. Namun, karena tidak diindahkan, insiden tidak dapat dihindari,” imbuhnya.

Menyikapi rentetan kejadian tersebut, KAI Daop 7 Madiun kembali mempertegas imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi aturan di sekitar jalur kereta api. Masyarakat dilarang beraktivitas di sepanjang jalur rel kecuali untuk kepentingan operasional serta wajib mendahulukan perjalanan KA di perlintasan sebidang.

“Pada prinsipnya, jalur kereta api merupakan area steril yang hanya diperuntukkan bagi operasional perjalanan kereta api. Segala bentuk aktivitas masyarakat di jalur rel sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.

Guna menekan angka kecelakaan, KAI Daop 7 terus menggencarkan slogan BERTEMAN (Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Aman, Berjalan) saat melintasi jalur kereta. Sosialisasi ini diharapkan dapat menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman, terutama pada momentum Mudik 2026.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Disiplin dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan di perlintasan maupun di jalur rel,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

#KetikMudik KAI Daop 7 Madiun Lebaran 2026 KAI mudik Ketik mudik kediri