Cak Hadi Sambung Asa Warga Kampung Onggoboyo Penghuni Bangunan Kolonial di Kaki Gunung Kelud yang Terisolir Peradaban

17 Maret 2026 00:27 17 Mar 2026 00:27

Thumbnail Cak Hadi Sambung Asa Warga Kampung Onggoboyo Penghuni Bangunan Kolonial di Kaki Gunung Kelud yang Terisolir Peradaban

Cak Hadi saat menyalurkan bantuan sosial kepada warga Kampung Onggoboyo di kaki Gunung Kelud, Senin 16 Maret 2026. Kampung itu dihuni 26 warga dewasa dari 36 warga. (Foto : Angga/Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Harapan baru mulai muncul bagi warga Kampung Onggoboyo di Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Kampung yang berada di kaki Gunung Kelud itu selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan, terisolir di tengah kawasan perkebunan dengan akses infrastruktur yang minim.

Anggota DPRD Jawa Timur, M Hadi Setiawan, datang menyambangi kampung tersebut dalam kegiatan safari Ramadan, Senin, 16 Maret 2026.

Kehadirannya menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keluh kesah mereka yang selama ini hidup di kawasan terpencil dengan fasilitas dasar yang terbatas.

Kampung Onggoboyo dihuni sekitar 14 kepala keluarga yang menempati bangunan tua peninggalan era kolonial. Rumah-rumah bergaya Indis dengan tembok tebal itu dulunya merupakan tempat tinggal pekerja perkebunan pada masa kolonial.

Salah satu warga, Panji (53), mengatakan dirinya sudah tinggal di kampung tersebut selama sekitar 25 tahun.

Ia menjadi saksi bagaimana kampung yang dulu menjadi bagian dari aktivitas perkebunan kini justru tertinggal dari perkembangan wilayah lain.

“Dulu air itu sampai beli karena bantuan dari perkebunan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Rumah di sini bekas peninggalan pekerja perkebunan zaman kolonial,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun warga hidup tanpa fasilitas listrik dan air bersih yang memadai.

Listrik baru mulai masuk sekitar 2023, sedangkan akses air bersih baru tersedia pada 2025 melalui bantuan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kediri dan PTPN X.

Meski demikian, berbagai persoalan masih dirasakan warga, terutama terkait penerangan jalan dan akses menuju kampung yang berada di tengah kawasan perkebunan.

Untuk mencapai permukiman tersebut, warga harus menempuh jalan setapak sejauh sekitar satu kilometer dari permukiman terdekat.

Kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan membuat aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah, menjadi tidak mudah.

Winarti, salah satu warga, mengaku kerap merasa cemas ketika anaknya belum pulang sekolah, terutama saat hujan turun.

“Saya khawatir kalau anak belum pulang sekolah, apalagi saat hujan. Jalannya rusak dan penerangan jalan sangat minim,” katanya.

Dalam pertemuan yang digelar di Musala An Nuur itu, warga berharap adanya perhatian pemerintah untuk memperbaiki kondisi kampung mereka, terutama terkait penerangan jalan.

“Kami berharap kampung kami menjadi terang saat malam hari. Memang di rumah sudah ada listrik, tetapi untuk penerangan jalan belum ada,” ujar Winarti.

Menanggapi keluhan tersebut, Hadi Setiawan yang akrab disapa Cak Hadi menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan dasar warga Kampung Onggoboyo.

“Ini sangat memprihatinkan. Sesama warga negara, tetapi soal penerangan listrik saja masih menjadi masalah. Termasuk soal akses menuju kampung,” katanya.

Namun ia mengakui bahwa upaya memperbaiki infrastruktur di kawasan tersebut tidak mudah karena permukiman warga berada di lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan perkebunan.

Meski begitu, Cak Hadi menilai tetap harus ada solusi agar warga bisa mendapatkan fasilitas dasar yang layak.

“Bukan berarti karena status lahannya HGU lalu tidak bisa diterangi listrik. Pasti ada solusi yang bisa dicari bersama,” ujarnya.

Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk mencari jalan keluar, termasuk mendorong penyediaan penerangan jalan dan akses yang lebih layak bagi warga.

Selain itu, kawasan Kampung Onggoboyo juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Cak Hadi juga menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai kepada warga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan.

“Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi kebahagiaan bagi warga dan bermanfaat untuk masyarakat di sini,” katanya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Kampung Onggoboyo Pemkab Kediri PTPN X Cak Hadi Safari Ramadan Isolasi Peradaban Kemensos Ngancar Kediri gunung Kelud M. Hadi Setiawan desa terisolir Infrastruktur Desa