KETIK, GRESIK – Jelang Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Pemprov Jatim) tengah gencar menggelar pasar murah di berbagai daerah. Termasuk pasar murah yang digelar di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Rabu (14/1/2026) siang. Acara ini langsung disambut animo tinggi dari ratusan warga setempat.
Lokasi pasar murah dipadati pembeli sejak pertama dibuka dan didominasi ibu rumah tangga yang rela mengantre demi mendapatkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding pasar biasa. Beras SPHP dijual seharga Rp55.000 per 5 kilogram, sementara beras premium dibanderol Rp70.000 per 5 kilogram.
Selain beras, komoditas lain seperti gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, minyak goreng merek Minyakita Rp13.000 per liter, telur ayam Rp22.000 per kilogram, dan daging ayam potong Rp30.000 per kilogram. Dari semua kebutuhan pokok, beras, telur, dan daging ayam menjadi yang paling diburu warga.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meninjau langsung gelaran pasar murah menegaskan, pasar murah digelar untuk menekan lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa Berikan Beras Gratis Ke Warga Saat Pasar Murah di Balai Desa Banjarsari, Cerme, Gresik, 14 Januari 2026 (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)
“Sebentar lagi kita masuk dengan Ramadan, kebutuhan-kebutuhan logistik di rumah pasti akan meningkat. Ada kecenderungan kalau permintaan tinggi, lalu suplainya standar, harganya cenderung naik. Sekarang kita ingin menjawab kalaupun ada permintaan tinggi suplainya juga kuat begitu," jelasnya.
Menurutnya, dengan mendekatkan layanan pasar murah ke masyarakat penting agar keterjangkauan daya beli warga tetap terjaga. Sebelumnya, Pemprov Jatim juga telah menggelar pasar murah di sejumlah kota dan kabupaten lain, termasuk Sidoarjo dan Lamongan.
Ia menambahkan, beberapa bahan pokok seperti minyak goreng merek Minyakita sudah mulai sulit dicari dan harganya cenderung naik.
"Dari semua sembako yang dijual, semuanya jauh di bawah harga pasar," katanya.
Salah satu warga asal Banjarsari, Muji, mengaku senang bisa mendapatkan beras gratis dan bisa berbelanja di pasar murah karena harga yang lebih rendah dibanding pasar tradisional.
"Senang ya bisa mendapatkan beras gratis dari Bu Gubernur. Harga disini lebih murah, biasanya beli dengan harga 70 ribu disini bisa mendapat harga 55 ribu," pungkasnya. (*)
