KETIK, SURABAYA – Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya memastikan stok daging tetap aman, di tengah aksi mogok yang dilakukan mitra jagal Pegirian.
Informasi ini disampaikan oleh Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, dalam keterangan resminya.
Ia berharap masyarakat tidak perlu khawatir maupun panik karena suplai daging segar masih tercukupi dari unit RPH lain yang saat ini tetap beroperasi.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait pasokan daging segar. Tapi saya pastikan, setelah saya cek langsung melalui tim monitoring daging RPH, ketersediaan daging masih cukup,” kata Fajar.
Saat ini RPH Surabaya masih mengoperasikan RPH Unit Kedurus. Di sana, masih terus melakukan pemotongan sapi.
“Jadi masyarakat tetap bisa mendapatkan daging sapi yang terbaik, baik melalui outlet RPH Surya Mart maupun pasar-pasar tradisional,” jelasnya.
Fajar menambahkan, terdapat 11 outlet di pasar tradisional yang hingga kini disuplai oleh para mitra jagal dari Unit Kedurus, sehingga distribusi daging ke masyarakat tetap berjalan normal.
Selain itu, pihaknya juga kembali menegaskan bahwa kebijakan operasional RPH Unit TOW ini tidak memindahkan sentra perdagangan daging.
“Yang pindah hanya tempat pemotongannya. Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging terbaik di Surabaya tetap berada di Jalan Arimbi, Pegirian,” tegasnya.
Rencananya, mulai pekan kedua Januari 2026, aktivitas pemotongan sapi di RPH Unit Tambak Osowilangun (TOW) direncanakan sudah berjalan, bersamaan dengan operasional pemotongan di RPH Pegirian yang masih berlangsung hingga Ramadan dan Idulfitri 2026. Setelah itu, seluruh aktivitas pemotongan hewan secara bertahap akan dipusatkan di RPH Unit Tambak Osowilangun.
RPH TOW dibangun di atas lahan seluas 7.500 meter persegi dengan fasilitas modern dan higienis, dilengkapi kandang penampungan berkapasitas 150 ekor sapi BX dan 80 ekor sapi lokal, serta kapasitas pemotongan hingga 150 ekor per hari.
Fasilitas penunjang meliputi 28 handrail, 28 meja cacah, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai untuk mendukung operasional harian. (*)
