KETIK, SURABAYA – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri.
Jika dahulu tradisi berkirim kartu ucapan Lebaran fisik melalui pos menjadi kebiasaan yang umum, kini masyarakat lebih banyak memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan instan untuk menyampaikan permohonan maaf dan ucapan selamat kepada keluarga maupun kerabat.
Perubahan tersebut menandai dalam cara masyarakat merayakan Idulfitri. Ucapan yang sebelumnya dikirim melalui kartu fisik kini beralih menjadi pesan digital yang lebih cepat, praktis, dan dapat dikirim secara instan tanpa terhalang jarak.
Media sosial dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook sekarang menjadi saluran utama untuk menyampaikan ucapan Lebaran.
Bentuknya pun semakin beragam, mulai dari pesan teks, video pendek, kartu ucapan digital atau e-card, hingga GIF bertema Lebaran yang dapat dibagikan secara pribadi maupun massal.
Berbagai format konten digital tersebut semakin populer karena mudah dibuat dan cepat menyebar di berbagai platform.
Selain itu, tren terbaru juga menunjukkan meningkatnya penggunaan desain ucapan Lebaran yang kreatif dan unik. Banyak masyarakat memanfaatkan aplikasi desain digital untuk membuat kartu ucapan dengan tampilan menarik sebelum membagikannya melalui media sosial atau aplikasi pesan instan.
Berbagai platform desain menyediakan beragam template yang memudahkan siapa saja untuk membuat ucapan Lebaran secara cepat dan tetap terlihat pribadi. Salah satu aplikasi desain yang paling sering digunakan banyak orang adalah Canva.
Dari sisi efisiensi, ucapan digital dinilai memiliki keunggulan karena dapat dikirim secara instan kepada banyak orang sekaligus. Hal ini memungkinkan pesan Lebaran sampai ke sanak saudara dan teman dalam waktu singkat, bahkan kepada mereka yang berada di lokasi yang jauh.
Meski demikian, sebagian orang menilai bahwa pergeseran dari kartu ucapan fisik ke digital juga membawa perubahan dalam makna tradisi tersebut. Kartu ucapan fisik dianggap memiliki nilai sentimental yang lebih kuat karena memerlukan proses penulisan, pengiriman, dan waktu yang lebih panjang. Sementara itu, ucapan digital dinilai lebih praktis namun terkadang terasa kurang personal.
Meskipun mediumnya berubah mengikuti perkembangan teknologi, fungsi dari ucapan Lebaran tetap sama, yaitu untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan.
Bahkan, dengan berbagai inovasi digital yang terus berkembang, tradisi berbagi ucapan Idulfitri justru semakin semarak dan menjangkau lebih banyak orang di era digital, termasuk pada Lebaran tahun 2026. (*)
