KETIK, GRESIK – Sejumlah peternak di Kabupaten Gresik kini harus mengalami kondisi sulit. Pasalnya, harga jual kambing di wilayah tersebut mengalami penurunan selama beberapa pekan terakhir sejak memasuki awal tahun 2026. Situasi ini memaksa mereka menjual hewan ternaknya dengan harga yang relatif murah jika dibandingkan sebelumnya.
Penurunan nilai jual ini terpantau merata pada seluruh jenis kambing, baik lokal maupun ras. Sebagai contoh, kambing gibas dewasa yang sebelumnya dibanderol Rp 800 ribu hingga Rp 1,3 juta, kini rata-rata hanya laku di angka Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu per ekor. Penurunan serupa terjadi pada kambing etawa yang biasanya mencapai Rp 2,5 juta, kini menyentuh kisaran Rp 1,7 juta per ekor.
Keluhan mengenai kondisi pasar yang murah ini disampaikan oleh M. Bonang Khalimudin, salah satu peternak asal Kecamatan Panceng.
“Sejak awal tahun 2026, harga kambing di pasar murah-murah. Penurunan bahkan lebih dari separuh harga,” kata M. Bonang Khalimudin.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Viki Mustofa, membenarkan adanya penurunan harga kambing ini. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut biasa terjadi setiap tahun menjelang bulan suci Ramadan karena pasokan yang semakin meningkat.
“Iya mas, menjelang puasa biasanya turun tapi hanya sekitar 2 minggu saja, karena banyak peternak melepas kambingnya untuk kebutuhan awal puasa, sehingga stok kambing melimpah di pasar,” ujarnya.
Menurut Viki, penurunan harga ini bersifat sementara. Ia menyebutkan bahwa biasanya setelah Hari Raya Idul Fitri, harga kambing akan kembali pulih seperti semula,
bahkan cenderung mengalami kenaikan yang signifikan.
“Nanti selepas Hari Raya Idul Fitri akan naik karena persiapan Idul Qurban,” pungkasnya.(*)
