KETIK, SITUBONDO – Anggota Tagana dan relawan serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) membantu membungkuskan nasi di Dapur Umum Kantor Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat 24 Januari 2026.
Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Sosial mendirikan dapur umum sejak Rabu 21 Januari 2026. Dapur Umum di buka untuk membantu makan warga terdampak banjir bandang yang telah menerjang ribuan rumah dan fasilitas umum di lima kecamatan wilayah Kabupaten Situbondo.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengatakan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim Tanggap Bencana (Tagana) setempat mendirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Besuki sejak tanggal 21 Januari 2026.
Anggota GOW Situbondo saat menyerahkan baju layak pakan di Posko Kesehatan Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Sabtu 24 Januari 2026 (Foto: Adinda Oktaviani / Ketik.com)
"Dapur umum ini didirikan untuk menyuplai nasi bungkus untuk warga terdampak banjir bandang. Pendirian dapur umum ini tentunya bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam penanggulangan bencana, dengan menyiapkan makanan siap saji dan sekaligus jadi pusat distribusi bantuan,” kata Wabup Situbondo Ulfiyah.
Untuk membantu relawan dan Tagana Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, sambung Mbak Ulfi, maka pihaknya mengintruksikan kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Situbondo untuk membantu membungkuskan nasi di Dapur Umum Posko Kecamatan Besuki.
Tak hanya itu yang disampaikan Mbak Ulfi, Ketua GOW Kabupaten Situbondo, namun dia juga menjelaskan bahwa GOW, selain membantu membungkuskan nasi juga menyalurkan bantuan baju layak pakai, kue dan susu.
“Jadi, kami dari GOW juga peduli terhadap korban banjir yang melanda 5 kecamatan di Kabupaten Situbondo dan pemerintah daerah juga akan terus membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir," ujar Mbak Ulfi, Ketua GOW Kabupaten Situbondo.
Lebih lanjut, Mbak Ulfi mengatakan bahwa Dapur Umum BPBD dan Tagana Dinas Sosial setiap harinya mengirim ribuan nasi bungkus untuk warga terdampak banjir bandang.
"Dapur umum ini untuk sementara akan berlangsung selama lima hari ke depan pasca-banjir bandang, dan jika masih dibutuhkan akan kami perpanjang kembali," tegas Wabup Situbondo Ulfiyah. (*)
