KETIK, KENDAL – Partai Gerindra menegaskan komitmennya dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan pangan nasional pasca keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada akhir 2025. Setelah capaian tersebut, partai kini mengarahkan fokus pada peningkatan produktivitas petani melalui modernisasi alat pertanian dan penguatan hilirisasi hasil panen.
Keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada penghujung 2025 ditandai dengan panen raya di Karawang serta kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) ke level tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini menjadi pijakan untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian nasional.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Gerindra menjalankan tiga strategi utama, yakni Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) dengan mengoptimalkan lahan tidur dan pekarangan rumah, perjuangan penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, serta penguatan hilirisasi pertanian agar petani memperoleh nilai tambah ekonomi dari hasil panen.
Di tingkat daerah, DPC Partai Gerindra Kabupaten Kendal bergerak cepat memastikan kebijakan pusat benar-benar dirasakan petani. Ketua DPC Gerindra Kendal, Mifta Reza menegaskan bahwa efisiensi kerja menjadi kunci peningkatan kesejahteraan petani.
"DPC dan anggota legislatif Gerindra di Kabupaten Kendal secara aktif menyalurkan bantuan alat pertanian modern, seperti traktor roda dua, handsprayer, dan alat perontok padi kepada kelompok tani," ujar Mifta Reza, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia menambahkan, mekanisasi pertanian tersebut bertujuan mempercepat proses produksi sekaligus menekan biaya operasional petani, sehingga pendapatan mereka dapat meningkat secara berkelanjutan.
Sejalan dengan langkah di daerah, Fraksi Gerindra di DPR RI terus mengawal kebijakan pangan nasional agar peningkatan produksi beras pada 2026 berbanding lurus dengan kesejahteraan petani. Gerindra menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya diukur dari angka produksi, tetapi juga dari peningkatan taraf hidup petani secara nyata. (*)
