KETIK, MALANG – Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohali (Rombongan Hanya Lihat-Lihat) di kawasan Kayutangan Heritage Malang membuat banyak pelaku usaha mengeluh.
Sejumlah pengunjung datang ke destinasi wisata tersebut hanya untuk melihat-lihat tanpa melakukan pembelian.
Padahal, di kawasan Kayutangan Heritage terdapat berbagai store dan kafe dengan konsep estetik yang digemari, terutama oleh anak-anak muda.
Namun, tak sedikit pengunjung yang sekadar berfoto atau berkeliling, sehingga keberadaan Rojali dan Rohali ini menjadi perbincangan dan dinilai membuat sebagian pelaku usaha merasa tidak nyaman.
Keberadaan Rojali atau Rohali dikeluhkan oleh banyak pelaku usaha di Kampung Heritage Kayutangan.
Mila Kurniawati selaku Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kayutangan mengungkapkan bahwa sejumlah pelaku usaha memang mengeluhkan keberadaan Rojali dan Rohali.
Namun, seiring berjalannya waktu, pengunjung yang awalnya hanya melihat-lihat kerap penasaran hingga akhirnya melakukan pembelian. Kondisi ini membuat kedai, kafe, maupun store aksesori menjadi lebih ternotice.
Selain itu, Mila Kurniawati menyebut pelaku usaha akan terus berupaya menarik minat pengunjung agar membeli produk yang ditawarkan, mulai dari kemasan hingga variasi menu yang sesuai keinginan pengunjung.
"Di awal-awal banyak pelaku usaha yang mengeluh, kalau cuman lewat aja kami dapat apa, tapi seiring berjalannya waktu banyak dari mereka mulai melakukan usaha bagaimana pintar-pintarnya pelaku usaha untuk menarik minat beli pengunjung," ungkap Mila Kurniawati.
Sehingga, fenomena Rojali dan Rohali di kawasan Kayutangan Heritage yang semula dikeluhkan pelaku usaha, kini justru menjadi pendorong bagi UMKM, kafe, dan kedai untuk terus berinovasi dalam menarik minat beli pengunjung.(*)
